Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Numi Dining Jadi Spot Lifestyle Baru di Jakarta Selatan dengan Konsep Jazz dan Fine Dining

Imdan Achda, memilih menghadirkan pendekatan yang lebih intimate dengan menyasar kalangan mature market yang mencari suasana makan nyaman tanpa hingar-bingar.(Rr).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Numi Dining mencoba menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih personal lewat perpaduan kuliner premium, musik terkurasi, dan atmosfer seni di kawasan Jakarta Selatan.

Di tengah menjamurnya restoran dengan konsep serupa, pendiri Numi Dining, Imdan Achda, memilih menghadirkan pendekatan yang lebih intimate dengan menyasar kalangan mature market yang mencari suasana makan nyaman tanpa hingar-bingar.

“Konsep kami memang bukan sekadar tempat makan. Kami membawa tiga pilar utama, yaitu culinary, entertainment, dan culture,” ujar Imdan Achda saat ditemui di Numi Dining, Jakarta Selatan, Rabu, (13/5).

(istimewa)

Restoran yang baru beroperasi sekitar enam bulan itu mengusung konsep dining lounge dengan sentuhan Western dan Asian fusion. Menu yang dihadirkan pun cukup beragam, mulai dari steak premium, pasta, pizza Italia, hingga steamed cod ala Hong Kong.

Namun menurut Imdan, Numi Dining tidak berupaya menghadirkan terlalu banyak menu tanpa arah yang jelas. Ia menyebut seluruh sajian dipilih melalui proses kurasi.

“Kami hanya mengambil menu yang memang kami kuasai dan yakin kualitas rasanya bisa konsisten,” katanya.

Bukan hanya makanan, pengalaman menikmati wine hingga cigar juga menjadi bagian dari konsep yang dibangun. Imdan mengatakan seluruh pilihan wine di restorannya dipilih melalui proses kurasi bersama partner khusus.

“Wine itu tidak selalu harus mahal untuk bisa dinikmati. Kami mencoba menghadirkan pilihan yang approachable tapi tetap berkualitas,” ujarnya.

Dari sisi ambience, Numi Dining mengedepankan nuansa hangat dengan hiburan musik yang berganti sesuai hari. Pada Rabu misalnya, restoran menghadirkan konsep Steak Day yang dipadukan dengan live jazz piano dan vokal bernuansa chill.

Sementara pada Jumat malam, suasana berubah lewat alunan bossa nova jazz hingga vinyl DJ dengan turntable klasik. Adapun Minggu diisi pertunjukan classic disco band dengan pendekatan yang tetap elegan dan tidak terlalu bising.

“Kami memang tidak membuat konsep entertainment yang terlalu ramai. Audience kami lebih suka suasana yang nyaman untuk makan dan berbincang,” tutur Imdan.

Nuansa artistik juga terasa dari deretan lukisan yang menghiasi dinding restoran. Numi Dining bekerja sama dengan galeri seni di Jakarta untuk menghadirkan karya seniman lokal yang dipamerkan secara bergantian setiap tiga bulan.

“Setiap beberapa bulan akan ada seniman baru yang mengisi area display kami. Jadi suasananya terus berubah,” katanya.

Menurut Imdan, tren lifestyle masyarakat urban saat ini mulai bergeser. Restoran bukan lagi hanya soal makanan, melainkan juga pengalaman, suasana, dan koneksi sosial yang tercipta di dalamnya.

Karena itu, ia melihat konsep dining dengan pendekatan lebih personal masih memiliki ruang berkembang di Jakarta, terutama bagi konsumen usia 35 tahun ke atas yang mencari pengalaman bersantap lebih eksklusif namun tetap santai.