Jakarta || Radarjakarta.id
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, resmi meluncurkan buku berjudul “Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045” di Menara 2 BTN Lantai 7, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Buku yang ditulis langsung oleh Fahri Hamzah itu memuat gagasan strategis mengenai arah pembangunan sektor perumahan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat visi besar penyediaan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Peluncuran buku tersebut turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh sektor perumahan dan tata kota dalam sesi talkshow, di antaranya Panangian Simanungkalit, Joko Suranto, dan Marco Kusumawijaya.
Dalam sambutannya, Nixon menyampaikan bahwa Indonesia selama ini belum memiliki panduan strategis yang komprehensif untuk menjawab persoalan perumahan nasional. Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi referensi penting dalam mendorong transformasi sektor perumahan Indonesia.
“Singkat kata, saya ingin mengatakan buku ini sangat bagus untuk dibaca,” ujar Nixon.
Program 3 Juta Rumah Disebut Bagian dari Transformasi Bangsa
Dalam pemaparannya, Fahri Hamzah menegaskan bahwa Program 3 Juta Rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar transformasi bangsa Indonesia.
Menurut Fahri, gagasan swasembada papan yang diangkat dalam bukunya berangkat dari cita-cita besar bangsa yang pernah disampaikan oleh Mohammad Hatta.
Ia mengungkapkan, dalam Kongres Perumahan kedua, Bung Hatta pernah menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan waktu sekitar setengah abad untuk mampu menyediakan rumah layak bagi rakyatnya.
Karena itu, angka 2045 dalam judul buku dipilih sebagai momentum 100 tahun dari gagasan tersebut sekaligus menjadi simbol upaya bangsa melunasi cita-cita menghadirkan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
“Program 3 juta rumah bukan hanya membangun rumah, tetapi bagian dari transformasi bangsa menuju kesejahteraan,” kata Fahri.
Soroti Pengendalian Tata Ruang dan Konsep TOD
Fahri juga menyoroti pentingnya pengendalian tanah dan tata ruang oleh negara dalam mewujudkan sistem social housing yang kuat dan berkelanjutan.
“Negara yang sukses social housing-nya adalah negara yang mampu mengendalikan tanah dan tata ruang,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan kawasan hunian yang terintegrasi dengan pusat aktivitas masyarakat melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). Menurutnya, konsep tersebut penting agar masyarakat tidak terbebani biaya transportasi tinggi akibat lokasi tempat tinggal yang jauh dari pusat pekerjaan.
Sementara itu, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memutuskan agar tanah milik negara dan BUMN dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan rakyat dengan harga terjangkau.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penyerahan simbolis buku kepada sejumlah tokoh, di antaranya Hashim S. Djojohadikusumo, Budiman Sudjatmiko, Nixon L.P. Napitupulu, dan Luis Tineo.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang gagasan dan diskusi strategis mengenai masa depan sektor perumahan nasional, sekaligus memperkuat upaya menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.













