Depok || Radarpost.id
Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri meresmikan Gedung dan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Beji, Kota Depok pada Sabtu (13/6/2026).
Peresmian di Jalan Jawa, Kelurahan Beji itu menandai fasilitas pengolahan sampah ramah lingkungan resmi beroperasi penuh.
Kehadiran TPS 3R Beji menjadi langkah konkret Pemkot Depok dalam menuntaskan persoalan sampah perkotaan.
Supian Suri mengapresiasi dukungan WWF yang dinilai memperkuat kapasitas pengelolaan sampah daerah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada WWF yang telah berkolaborasi dengan Pemkot Depok. Sehingga Kota Depok memiliki TPS 3R dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah,” ujar Supian saat peresmian.
TPS 3R Beji punya kapasitas besar mampu mengolah 8-10 ton sampah setiap hari. Keunggulannya bukan hanya mengurangi timbunan, tapi juga mengubah sampah jadi produk bernilai ekonomi berupa Refuse Derived Fuel (RDF).
“RDF ini nantinya akan diambil oleh offtaker atau perusahaan yang memang membutuhkan. Sehingga dapat bernilai ekonomi,” jelas Supian.
RDF adalah bahan bakar alternatif dari sampah kering yang dipadatkan. Dengan teknologi ini, sampah tidak berhenti jadi “masalah”, tapi bertransformasi jadi sumber energi yang bisa dijual ke industri semen, tekstil, hingga pembangkit listrik.

Meski fasilitas sudah siap, Supian Suri menegaskan TPS 3R bukan solusi akhir. Keberhasilan tetap bergantung pada peran aktif warga.
Pemilahan sampah organik-anorganik sejak dari rumah jadi kunci agar proses di TPS 3R berjalan maksimal.
“Harapannya kita bisa terus semangat melakukan pengelolaan sampah. Tentunya dimulai dari hal terkecil, yaitu melakukan pemilahan sampah dari hulu,” tutupnya.
Pemkot Depok menargetkan TPS 3R Beji jadi percontohan. Jika berjalan efektif, model serupa akan dikembangkan di kelurahan lain untuk mewujudkan target Depok Bebas Sampah 2026. (**).













