Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Sekolah Swasta Gratis Depok Nambah Jadi 74 SMP, PAUD dan RA Mulai di Buka

SEKOLAH SWASTA GRATIS - Walikota Depok Dr. H. Supian Suri didampingi Wakil Walikota Depok Chandra Hermansyah, Ketua TP. PKK Cing Ikah dan Kepala Disdik Wahid Suryono melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan pendidikan Swasta untuk mendukung sebanyak 74 Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), tingkat PAUD dan SMP di Balai Kota Depok, Jumat (12//6/2026)
banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) di Kota Depok mulai dibuka untuk Tahun Ajaran 2026/2027, bagi warga Kota Depok yang kurang mampu.

Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 dan dilakukan secara daring atau online melalui sistem SPMB jalur domisili.

Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri, menyebut tahun ini terjadi penambahan sekolah dalam program RSSG. Dari sebelumnya 47 sekolah, kini menjadi 52 SMP yang terdata.

Selain itu, terdapat 22 PAUD dan Raudhatul Athfal (RA) yang ikut menandatangani MoU. Totalnya kini mencapai 74 sekolah yang berkomitmen dalam penguatan pendidikan di Depok.

“Total ada 74 sekolah yang melakukan MoU dan berkomitmen bersama memajukan pendidikan di Kota Depok,” kata Supian Suri, dikutip Senin (15/6/2026).

Pendaftaran RSSG akan terintegrasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili. Pendaftarannya dibuka pada 15-17 Juni 2026.

Masyarakat juga di himbau terus aktif memantau informasi resmi melalui laman SPMB Kota Depok di spmbkota.depok.go.id

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono saat di dampingi Panitia SPMB Kota Depok, Bahrudin, menjelaskan setiap calon siswa dapat memilih tiga sekolah dalam sistem. Dua pilihan untuk sekolah Negeri dan satu pilihan dapat diarahkan ke RSSG.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono, siap layani wali murid yang memiliki kendala dalam pendaftaran SPMB. (foto.adm).
“Di jalur domisili ada tiga pilihan. Bisa dua Negeri dan satu RSSG. Kalau tidak dipilih juga tidak masalah,” ujarnya.

Wahid menyebut, kunci utama seleksi RSSG terletak pada ketersediaan kuota dan jarak domisili berbasis titik koordinat. Semakin dekat lokasi, peluang diterima semakin besar.

Namun, persaingan tetap terbuka ketat. Pasalnya, sistem tetap mengacu pada kuota tiap sekolah yang berbeda-beda.

Setiap rombongan belajar (rombel) hanya menampung maksimal 32 siswa. Jumlah rombel di tiap sekolah juga bervariasi.

“Kalau kuota masih tersedia, bisa pilih. Tapi jarak tetap jadi penentu utama,” jelasnya.

Karena itu, calon peserta didik dan orang tua diminta cermat dalam menentukan pilihan. Strategi memilih sekolah sesuai jarak dan kuota menjadi kunci penting. (**).