Depok || Radarpost.id
Liga Jabar Istimewa Piala Walikota Depok 2026, resmi ditutup oleh KONI Kota Depok yang di wakili Sekretaris Jamal Muttaqin, hal ini menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia dini di Kota Depok.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pencarian bakat atau talent scouting pemain muda potensial.
Atmosfer kompetisi di Lapangan, pada Minggu (21/6/2026) berlangsung meriah dengan dukungan para orang tua, pelatih, dan masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Sekretaris KONI Kota Depok Jamal Muttaqin menuturkan, pembinaan jangka panjang menjadi kunci untuk melahirkan generasi baru dari Kota Depok.
“Perlu di Catat bagi kalian anak anak muda. Sepuluh tahun lagi dari tempat ini harus lahir pemain-pemain yang hebat,” ujar Jamal, usai menyaksikan laga final lapangan Merpati Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (21/6/2026).

“Kami mengapresiasi, kerja keras PSSI saya anggap gila, kenapa karena PSSI selalu menggelar banyak pertandingan dari semua usia,” paparnya.
Jamal juga mengingatkan pentingnya sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) dalam pembinaan sepak bola usia dini.
Pada kesempatan tersebut, Jamal juga menyampaikan apresiasi kepada Askot PSSI Kota Depok, para pelatih, legenda sepak bola, klub pembina, serta orang tua yang terus mendukung perkembangan sepak bola usia dini di Kota Depok.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Depok Meiyadi Rakasiwi menyampaikan, kompetisi tersebut berhasil menjaring sejumlah talenta potensial dari berbagai kelompok usia.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur program-program PSSI Kota Depok terus bergulir, hari ini kita sudah menyelesaikan Kompetisi liga Jabar Istimewa Usia 14,” kata Meiyadi.
Menurutnya, kompetisi Liga Jabar Istimewa merebutkan Piala Walikota Depok, sudah menyelesaikan U10, U12 dan U14. Tim yang menang akan melaju ke tingkat regional.

“Kembali lagi kita juga akan menggelar kompetisi liga 4 Kota Depok yang merupakan Liga internal PSSI nanti akan mewakili ke tingkat Jawa Barat,” tambahnya.
Selain itu, sesuai arahan bapak Walikota Depok, pembinaan usia dini nantinya akan diperkuat melalui program pembinaan usia muda.
“Tujuannya supaya Kota Depok terus memiliki regenerasi pemain berkualitas, Iya nanti yang meraih juara pertama akan mewakili Kota Depok ke Tingkat Jawa Barat,” tuturnya.
Menurut Meiyadi, kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan talenta muda sepak bola di Kota Depok.
“Liga ini merupakan ajang untuk melihat perkembangan talenta-talenta sepak bola Kota Depok. Mudah-mudahan muncul pemain berbakat yang ke depannya bisa bermain di Liga 1 dan membela Timnas Indonesia,” ujar Meiyadi.

Meiyadi mengapresiasi seluruh tim yang telah berpartisipasi dalam ajang ini, seperti Citra Remaja, Persijar Jatijajar, Ireta, dan Newland. Dia menilai seluruh peserta merupakan talenta-talenta muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Dia pun berpesan untuk para pelatih dan pengurus. Agar selalu mengedepankan nilai sportivitas dalam proses pembinaan atlet muda.
“Kita tidak perlu menuntut mereka menjadi juara hari ini dengan cara-cara yang tidak sportif. Kita harus menjunjung fair play dan kejujuran, karena empat atau lima tahun yang akan datang mereka akan berada di kompetisi tertinggi di Indonesia,” kata Meiyadi.
Dirinya berharap para pemain muda tersebut dapat terus berkembang hingga mampu menembus level sepak bola nasional dan menjadi bagian dari skuad Tim Nasional Indonesia di masa mendatang.
“Kita doakan mereka menjadi pemain nasional,” harapnya.

Selain itu pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi, mulai dari panitia, perangkat pertandingan, tim medis, unsur keamanan, para pelatih, pengurus klub, hingga orang tua yang terus mendampingi proses pembinaan para atlet muda.
Melalui pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkelanjutan, Kota Depok optimistis mampu menjadi salah satu Daerah penghasil pemain sepak bola berkualitas di Indonesia. (**).












