Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pesanggrahan Berpijar: Mahasiswa LSPR Ajak Warga Kelola Minyak Jelantah Jadi Cuan

"Pesanggrahan Berpijar" yang diselenggarakan oleh mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business di RPTRA Nusantara, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026). ( Rr)
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapur ternyata memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Pesan tersebut menjadi fokus utama program Community Development bertajuk “Pesanggrahan Berpijar” yang diselenggarakan oleh mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business di RPTRA Nusantara, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

Melalui program ini, masyarakat diajak untuk memandang minyak jelantah dari perspektif yang berbeda. Tidak lagi sekadar limbah yang dibuang ke saluran air, minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk ramah lingkungan, seperti lilin aromaterapi, sabun, dan biodiesel.

Ketua Pelaksana Pesanggrahan Berpijar, Chrisyella Cysile Tanada, menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa minyak jelantah memiliki nilai manfaat yang besar. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pengolahannya juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pelatihan langsung dari Bank Sampah Akademi Kompos mengenai teknik pengolahan minyak jelantah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Mereka mengikuti setiap tahapan proses pengolahan dan berkesempatan melihat secara langsung hasil produk yang dipamerkan di area pameran.

Selain menyasar masyarakat umum, program ini juga telah dilaksanakan di SMK Perwira Jakarta melalui kegiatan “Pesanggrahan Berpijar Goes To School”. Lebih dari 70 siswa mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Penyelenggara menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan satu hari. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan terkait keberlanjutan program guna memastikan masyarakat tetap termotivasi untuk mengelola minyak jelantah setelah pelatihan berakhir.

Menanggapi hal tersebut, panitia menyatakan bahwa kegiatan edukasi dan pendampingan akan terus dilaksanakan melalui berbagai program lanjutan setiap semester. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.

Selain workshop, panitia juga menyediakan booklet edukasi mengenai pembuatan lilin aromaterapi yang dapat diakses dalam format cetak maupun digital. Kampanye melalui media sosial serta pemanfaatan konten buatan pengguna (User Generated Content/UGC) akan terus diperkuat guna memperluas jangkauan pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Pesanggrahan Berpijar diharapkan dapat menjadi inisiatif yang memberikan dampak positif berkelanjutan. Pemanfaatan minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini membuka peluang untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.