JAKARTA|| Radarpost.id
Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga zakat, wakaf, dan filantropi guna memperluas manfaat program sosial keagamaan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digelar secara serentak di berbagai daerah pada Kamis.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan keterlibatan berbagai lembaga pengelola dana sosial keagamaan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program-program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Acara ini terselenggara karena banyaknya partisipasi dari teman-teman kita semuanya. Ada dari UPZ, BAZNAS, LAZ, LKS PWU, BWI, kemudian juga sejumlah nazir yang banyak sekali berpartisipasi di dalam acara ini di seluruh Indonesia,” kata Nasaruddin Umar di Jakarta.
Menurut Menag, kolaborasi antara pemerintah dan pengelola dana sosial keagamaan menunjukkan besarnya potensi yang dimiliki umat dalam menghadirkan program pemberdayaan dan bantuan sosial yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama di daerah yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut secara serentak di seluruh Indonesia.
“Kepada para Kanwil Kementerian Agama dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, saya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasinya,” ujarnya.
Program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas melibatkan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi serta 509 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Keterlibatan jajaran daerah dinilai penting untuk memastikan program sosial keagamaan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Nasaruddin menilai sinergi antara Kemenag, lembaga zakat, lembaga wakaf, dan mitra filantropi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem dana sosial keagamaan nasional.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus ditingkatkan agar pengelolaan zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan lainnya semakin optimal dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah BAZNAS, BWI, dan lembaga-lembaga donatur yang lain berikanlah perhatian kepada mereka,” kata Menag.
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan program sosial keagamaan yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, serta berbagai mitra filantropi untuk memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.











