Jakarta|| Radarpost.id
Perkuliahan tidak selalu identik dengan teori di dalam kelas. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membuktikan hal tersebut dengan menggelar kegiatan sosial bertajuk Share Happiness di Yayasan Dulur Salembur sebagai implementasi mata kuliah Event Management.
Sebanyak 18 mahasiswa kelas 44.6B.06 terlibat langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara. Mulai dari menyusun konsep, mencari sponsor, mengatur anggaran, membuat timeline hingga mengeksekusi kegiatan di lapangan. Kegiatan tersebut juga dipadukan dengan edukasi, permainan interaktif, motivasi, serta penyuluhan dari pihak kepolisian mengenai keamanan dan pencegahan tindak kriminal.

Dosen pengampu mata kuliah Event Management, Muhammad Khadafi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan luaran pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama satu semester.
“Output mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu menyelenggarakan sebuah event secara nyata. Mereka belajar mulai dari membuat konsep, mencari sponsor, menyusun timeline hingga melaksanakan kegiatan. Jadi bukan hanya memahami teori, tetapi benar-benar merasakan proses menjadi penyelenggara sebuah acara,” ujar Khadafi.
Menurutnya, mata kuliah Event Management diintegrasikan dengan mata kuliah Kampanye Public Relations sehingga setiap kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa harus memiliki nilai edukasi dan kepedulian sosial.
“Event yang dibuat tidak boleh sekadar seremonial. Harus ada pesan sosial yang ingin disampaikan. Karena itu kami memilih Yayasan Dulur Salembur agar mahasiswa dapat belajar sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak,” katanya.

Khadafi menilai tema Share Happiness dipilih karena relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang semakin bergantung pada teknologi digital.
“Di era digital, orang lebih banyak berinteraksi melalui gawai. Padahal manusia tetap membutuhkan kehadiran fisik, komunikasi langsung, dan sentuhan emosional. Lewat kegiatan ini kami ingin mengingatkan pentingnya kepedulian, empati, dan kebersamaan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu menyusun proposal dan mempresentasikan konsep acara kepada dosen serta praktisi event organizer. Berbagai masukan yang diberikan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan secara profesional.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja, baik sebagai praktisi komunikasi, humas, event organizer, maupun wirausahawan. Mereka sudah memiliki pengalaman mengelola sebuah event sejak masih kuliah,” ujarnya.
Ketua Panitia, Radita Agustin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa karena mereka belajar bekerja dalam tim sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Seluruh proses kami kerjakan bersama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Kami belajar menyelesaikan tantangan di lapangan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat. Semoga kehadiran kami bisa membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi adik-adik di yayasan,” katanya.
Sementara itu, Divisi Program Yayasan Dulur Salembur, M. Kirom, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UBSI yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak binaan yayasan.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan menyambut baik kehadiran sahabat-sahabat dari Kampus UBSI. Anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga ilmu dan edukasi dari mahasiswa serta pihak kepolisian yang memberikan pemahaman mengenai keamanan, pencegahan tindak kriminal, hingga cara menghubungi polisi saat membutuhkan bantuan,” ujar Kirom.
Saat ini Yayasan Dulur Salembur membina sekitar 152 anak, mulai dari usia dini hingga tingkat SMA. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 anak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias.
“Anak-anak sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapat motivasi dari kakak-kakak mahasiswa dan juga dari bapak polisi yang hadir.
Tema Share Happiness benar-benar terasa karena anak-anak terlihat bahagia sepanjang acara,” katanya.
Menurut Kirom, kegiatan sosial seperti ini telah beberapa kali dilaksanakan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran mereka selalu membawa pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan anak-anak binaan yayasan.
Ia menilai kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena berlangsung menjelang bulan Muharram, yang identik dengan kepedulian terhadap anak yatim.
“Momentum ini sangat tepat. Bulan Muharram mengajarkan pentingnya berbagi dan menyantuni anak yatim.
Kehadiran mahasiswa UBSI menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang memberikan kebahagiaan sekaligus motivasi bagi anak-anak kami,” tuturnya.
Kirom berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan semangat belajar anak-anak.
“Harapan kami, anak-anak semakin percaya diri, semakin rajin belajar, dan termotivasi untuk meraih cita-cita mereka. Kehadiran kakak-kakak mahasiswa membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jalan untuk mengubah masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengelola sebuah event, tetapi juga membangun karakter, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Di sisi lain, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar, motivasi, serta perhatian yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus mengejar cita-cita.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dan aparat kepolisian menjadi contoh bahwa pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dipadukan dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Selain mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja, kegiatan seperti ini juga mengajarkan pentingnya gotong royong, kepedulian sosial, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.













