Depok || Radarpost.id
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam dan merupakan ibadah ketika membacanya, juga Al-Qur’an sebagai mu’jizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW.
Oleh karenanya, dalam upaya menumbuhkan kembali kecintaan pada Al-Qur’an (Mahabbatul Qur’an) dan mewadahi mereka yang ingin mengkhatamkan Al-Qur’an bersama-sama dengan slogan Gerakan Mengkhatamkan Al-Qur’an.
‘Maka saya mencoba berikhtiar memohon petunjuk kepada Allah dan memohon dukungan dari para guru. Akhirnya terbentuklah Majlis Khotmil Qur’an dan Dzikir NUURURROHIIM (Cahaya Kasih Sayang)’.
Nama majelis tersebut diambil dari nama almarhum orang tua saya, Ust. H. Abdurrahim bin Mu’alim Abdullah, karena beliau selalu memotivasi saya untuk senantiasa membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an agar hidup penuh keberkahan.
Bahkan ketika saya mulai kuliah, saya masih harus menyetorkan hafalan dan murojaah setiap selesai Maghrib kepada almarhum ayah saya.
Beliau juga selalu berpesan agar tidak meninggalkan membaca Surah Al-Waqi’ah dan Asmaul Husna.
Rasulullah SAW bersabda :
*الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ*
Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala. (Muttafaqun ‘Alaih, HR. Bukhari No. 4937 dan Muslim No. 798).
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi :
*مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي، أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ، وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ*
Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an sehingga tidak sempat berdzikir kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan yang lebih utama daripada orang-orang yang meminta. Keutamaan Al-Qur’an atas seluruh perkataan lainnya seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya.” (HR. Al-Baihaqi).
Mari kita cintai Al-Qur’an sebagaimana kita mencintai pasangan hidup kita. Mari kita istiqamah melaksanakan Khotmil Qur’an setiap malam Rabu
Ingatlah, bahwa kita sedang menanam (khataman), maka harus dipupuk dengan istiqamah agar hasilnya penuh keberkahan. Berkah itu berjalan, berkah itu beriringan, dan berkah itu menghadirkan kebahagiaan.
Motivasi Khataman Al-Qur’an
Setiap orang yang menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebanyak 30 juz, maka para malaikat akan turut memohonkan ampun kepada Allah SWT.
Disebutkan bahwa sekitar 60.000 malaikat ikut mendoakan agar dosa dan kesalahan orang tersebut diampuni oleh Allah SWT.
Ar-Rabi’ mengatakan:
“Imam Syafi’i setiap hari mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali. Bahkan pada bulan Ramadhan beliau mengkhatamkannya hingga 60 kali di luar bacaan Al-Qur’an dalam shalat.”.(**).













