Jakarta|| Radarpost.id
Aksi demonstrasi ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026), berakhir dengan tertib. Setelah massa membubarkan diri, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan kembali dibuka dan beroperasi normal.
Pembubaran massa terjadi sekitar pukul 17.40 WIB setelah perwakilan peserta aksi menerima penjelasan dari Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi, mengenai perkembangan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Dalam keterangannya, Binbin menjelaskan bahwa regulasi tersebut masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi sebelum nantinya diumumkan kepada publik.
“Terkait Perpres Nomor 27 Tahun 2026, saat ini masih dalam proses administrasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dikeluarkan ke publik,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Meski menerima penjelasan pemerintah, Koordinator aksi Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB), Irfan Smandu, menyatakan para pengemudi belum sepenuhnya puas. Menurutnya, tujuan utama aksi adalah memperoleh penjelasan langsung dari Presiden atau pejabat setingkat menteri mengenai substansi regulasi tersebut.
Ia meminta seluruh pengemudi transportasi online tetap mengawal proses penyusunan hingga Perpres resmi diterbitkan.
“Setelah selesai pun belum beres, kita kaji kembali isinya, sesuai tidak dengan janji-janji mereka,” kata Irfan.
Sebelum membubarkan diri, massa aksi menggelar doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para peserta kemudian meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan masing-masing tanpa insiden berarti.
Usai massa meninggalkan kawasan aksi, aparat kepolisian langsung membuka barikade pengamanan yang sebelumnya dipasang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga membersihkan sisa-sisa sampah di lokasi demonstrasi.
Sekitar pukul 18.00 WIB, arus kendaraan dari arah Stasiun Gambir menuju Jalan Medan Merdeka Selatan kembali mengalir normal. Namun kepadatan masih terjadi menuju Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman akibat tingginya volume kendaraan pada jam pulang kerja.
Sebelumnya, ribuan pengemudi transportasi online dari berbagai wilayah Jabodetabek menggelar aksi di kawasan Silang Selatan Monas. Salah satu tuntutan utama mereka adalah percepatan penyelesaian Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online, termasuk kepastian mengenai skema potongan komisi sebesar 8 persen yang dinilai harus berlaku secara adil dan memberikan perlindungan hukum bagi seluruh mitra pengemudi.
Dengan berakhirnya aksi secara damai, perhatian kini tertuju pada langkah pemerintah dalam merampungkan Perpres yang diharapkan menjadi payung hukum bagi jutaan pekerja transportasi online di Indonesia.













