Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Ayodya Pala Cabang Pondok Rajek: Tampilkan Tari Condong Eksplorasi Kecantikan, Kelembutan Gerak Seluruh Tubuh

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Tarian Condong adalah salah satu tarian khas Bali yang memiliki akar dalam seni tari tradisional. Ini adalah tarian yang eksentrik dan berenergi tinggi yang menggabungkan gerakan yang indah dan dinamis dengan musik yang menghentak.

Ketua Ayodya Pala Cabang Pondok Rajek Rita Harsanti, usai saksikan anak anak didiknya menari mengatakan, Tarian Condong adalah salah satu tarian yang menonjol, dengan keindahan gerakannya yang khas dan pesan budayanya yang mendalam.

“Alhamdulillah, anak anak menampilkan tarian condong samgat baik, meskipun ada sedikit kekurangan itu wajar saja, tapi secara keseluruhan tampilannya sangat sempurna,” kata Rita Harsanti, usai anak didiknya mengikuti ujian kenaikan tingkat. Sabtu (18/7/2026).

“Dalam ssjarah tari condong kita menjelajahi tarian Condong, mengungkap sejarahnya, makna simbolisnya, dan pengaruhnya dalam budaya, salah satu tarian khas Bali yang memiliki akar dalam seni tari tradisional,” tambahnya.

“Tarian ini biasanya ditampilkan oleh sekelompok wanita atau gadis Bali yang mengenakan kostum tradisional dengan aksesoris yang cantik, seperti mahkota bunga dan selendang berwarna-warni. Salah satu ciri khas tarian ini adalah gerakan kepala yang anggun dan mata yang tajam,” ucap Rita.

Menurut Rita, Tarian Condong memiliki akar dalam seni tari Bali yang kaya dan bersejarah. Meskipun asal-usul pastinya tidak diketahui dengan pasti, tarian ini telah ada selama berabad-abad. Tarian ini awalnya mungkin merupakan bagian dari upacara keagamaan atau ritus sakral di Bali.

Para orang tua setia mendampingi anak anaknya di kegiatan ujian kenaikan tingkat sanggar Ayodya pala Kota Depok. (foto.adm).
“Seiring berjalannya waktu, tarian ini menjadi lebih terbuka untuk penonton umum dan menjadi hiburan populer di berbagai acara budaya, seperti upacara adat, pesta pernikahan, atau pertunjukan seni,” ucap Rita.

Pada era modern, tarian Condong juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali untuk menyaksikan pertunjukan tarian ini. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Bali untuk mempromosikan budaya mereka dan mendapatkan penghasilan dari pertunjukan seni.

Tarian Condong memiliki makna simbolis yang mendalam dalam budaya. Gerakan tarian ini menggambarkan keanggunan, kecantikan, dan kelembutan wanita.

Para penari mengekspresikan karakteristik seperti kerendahan hati, kesucian, dan kekompakan dalam kelompok. Tarian ini juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya Bali yang menjunjung tinggi harmoni dan komunitas.

“Iya kami sangat mengapresiasi langkah tarian yang di ambil oleh ketua Cabang Ayodya Pala Pondok Rajek, Alhamdulillah, anak anak menampilkan tarian itu sangat sempurna,” ungkap Ibu Islamiah Natasya.

Sementara itu penari yang membawakan tari Condong Natasha Kayla Putri (15) atau akrab disapa Natasha merasa bangga menjadi salah satu penari Sanggar Ayodya Pala.
Menurutnya tari condong asal berlatih secara rutin, maka gerakan tangan, mata, kaki dan tubuh tidak terlalu sulit.

“Iya kami sama temen temen dari dari sanggar Ayudya pala cabang Pondok Rajeg, Cibinong Bogor, bersyukur ikut ujian kenaikan kelas tari. Iya tarian itu arahan pelatih dan ibu ketua,” ucap Natasha, usai menampilan tarian condong di Mal pesona squer.

Bagi siswi kelas 11 di SMA Plus PGRI Cibinong ini, motivasi mengikuti ajang tari ini tidak sekadar bersaing, tetapi juga untuk menginspirasi dirinya sendiri dan anak muda dilingkungan.
“Awalnya saya masih kecil siih, ada temen aku ngajak nari, Natasha ayoo kita nari, iya sudah aku ikut temen Aku nari. Aku tertarik iya sudah Aku ngajak ayah daftar ke Sanggar Ayodya Pala,” ucap Natasha.

Ketua Ayodya Pala Cabang Pondok Rajek Rita Harsanti (tengah) bersama anak didiknya usai menampilkan tari condong. (foto.adm).
“Saya ingin melestarikan budaya tradisional Indonesia dan memotivasi generasi muda, khususnya mereka yang mulai kehilangan ketertarikan pada seni dan tradisi,” ungkapnya.

Ia pun berusaha keras belajar. “Saya ingin memastikan bahwa arahan pelatih, saya bisa menampilkan tarian yang terbaik dengan cara yang berkesan,” ujarnya.

Bagi Natasha Anak ke 3 dari bpk Sabdo dan ibu Islamiyah, bisa menjadi bagian ajang ini merupakan pencapaian besar. “Tidak banyak orang yang bisa mengikutinya. Masuk saja sudah membuat saya sangat bersyukur. Ini adalah momen yang membanggakan bagi saya, keluarga,” kata Natasha.

Ia mengaku belajar banyak hal baru, termasuk tarian tradisional dari berbagai daerah. Seperti belajar tari Bali, Sunda, dari betawi, memahami kekayaan budaya daerah lain, dan mendapatkan ilmu baru dari kelas-kelas seperti catwalk, beauty, public speaking, serta olah tubuh dan menari. (**).