Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kahitna 40 Tahun, Carlo Saba Hadir Virtual, Kenangan Lama Kembali

Grup musik yang dikenal lewat deretan lagu romantis itu menghadirkan kembali sosok mendiang Carlo Saba secara virtual dalam konser KAHITNA 40 TAHUN: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah.(Sumber : Antara)

Jakarta|| Radarpost.id

Perayaan 40 tahun perjalanan musik Kahitna berlangsung penuh nostalgia dan haru. Grup musik yang dikenal lewat deretan lagu romantis itu menghadirkan kembali sosok mendiang Carlo Saba secara virtual dalam konser KAHITNA 40 TAHUN: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah di NICE PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

Kehadiran visual Carlo Saba menjadi salah satu momen paling emosional dalam konser empat dekade Kahitna. Sosok vokalis yang meninggal dunia pada 2023 itu ditampilkan di sisi panggung ketika Kahitna membawakan lagu Katakan Saja.

Bagi Kahitna, momen tersebut bukan sekadar penghormatan kepada mantan personel. Kehadiran Carlo secara virtual menjadi simbol bahwa perjalanan panjang grup musik tersebut tetap menyimpan ruang khusus bagi salah satu sosok penting dalam sejarah Kahitna.

Vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, menegaskan bahwa Carlo Saba tetap menjadi bagian dari keluarga besar Kahitna meski telah tiada.

“Kahitna tetap bersembilan. Walaupun raganya tak ada, jiwanya, spiritnya Carlo Saba selalu di hati,” ujar Mario di hadapan penonton.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana Kahitna memandang perjalanan 40 tahun mereka. Regenerasi dan perubahan personel tidak menghapus jejak musisi yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan grup.

Yovie Widianto Persembahkan Lagu untuk Carlo Saba

Momen penghormatan kepada Carlo Saba semakin terasa ketika pendiri sekaligus motor utama Kahitna, Yovie Widianto, mengenang sahabatnya tersebut di atas panggung.

Yovie menyebut Carlo sebagai salah satu sosok yang sejak awal turut memberikan semangat dalam membesarkan Kahitna.

“Terima kasih dari sahabat-sahabat saya yang menyemangati saya untuk membesarkan Kahitna, tentu almarhum Carlo Saba,” kata Yovie.

Yovie kemudian mempersembahkan lagu Permaisuriku khusus untuk Carlo.

Lagu tersebut memiliki nilai historis tersendiri karena merupakan karya orisinal yang diciptakan Carlo Saba pada era classic disco di Jakarta.

Sebelum lagu dimainkan, Yovie memperkenalkan karya tersebut kepada penonton.

“Kahitna sempat buat lagu seperti ini, diciptakan oleh almarhum Carlo Saba. Judulnya… Permaisuriku. This is for you, Carlo!” ujar Yovie.

Persembahan tersebut membuat konser 40 tahun Kahitna tidak hanya menjadi perayaan perjalanan sebuah grup musik, tetapi juga ruang untuk merawat memori terhadap sosok yang pernah mengisi perjalanan panjang mereka.

Empat Dekade Kahitna, Musik dan Memori Bertemu

Konser KAHITNA 40 TAHUN dirancang sebagai perjalanan musikal yang mempertemukan berbagai fase perjalanan Kahitna. Lagu-lagu yang telah menemani pendengar selama puluhan tahun kembali dibawakan dalam sebuah pertunjukan yang mengedepankan nostalgia dan kedekatan emosional dengan penggemar.

Selain Kahitna, konser tersebut turut menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi. RAN, Tiara Andini, Monita Tahalea, Arsy Widianto, dan Niki Becker ikut memberikan warna pada perayaan empat dekade tersebut.

Kehadiran musisi dari generasi berbeda memperlihatkan bagaimana musik Kahitna mampu menjangkau pendengar lintas usia.

Selama empat dekade, Kahitna dikenal sebagai salah satu grup musik Indonesia yang konsisten mempertahankan identitas musikalnya, terutama melalui lagu-lagu bertema cinta, hubungan, kehilangan, dan perjalanan emosional manusia.

Karena itu, perayaan 40 tahun Kahitna bukan hanya tentang usia sebuah grup musik. Konser tersebut juga menjadi pertemuan antara karya, kenangan, dan generasi pendengar yang tumbuh bersama lagu-lagu Kahitna.

Kahitna Tetap Berjalan Bersama Kenangan

Kepergian Carlo Saba pada 2023 meninggalkan ruang yang tidak mudah digantikan. Namun, dari atas panggung NICE PIK 2, Kahitna menunjukkan bahwa kehilangan tidak selalu berarti menghapus keberadaan seseorang dari sebuah perjalanan.

Melalui visual Carlo Saba, lagu Katakan Saja, serta persembahan Permaisuriku, Kahitna membawa kembali kenangan tersebut ke hadapan penonton.

Empat puluh tahun perjalanan akhirnya bukan sekadar hitungan waktu bagi Kahitna. Di dalamnya terdapat karya, persahabatan, pergantian generasi, kehilangan, sekaligus alasan mengapa musik tetap mampu membuat seseorang yang telah pergi terasa kembali hadir.

Bagi Kahitna, Carlo Saba mungkin telah tiada secara fisik. Namun, seperti ditegaskan Mario Ginanjar, spirit Carlo masih menjadi bagian dari perjalanan Kahitna.

Kahitna tetap bersembilan—setidaknya di dalam musik, kenangan, dan hati para penggemarnya.