Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Herman Suryatman Dorong Pramuka Depok Jadi Penggerak Edukasi Pengelolaan Sampah

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Gerakan Pramuka dinilai dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah melalui edukasi langsung kepada masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat Herman Suryatman usai melantik Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok di Balai Kota Depok, Jumat (31/7/2026).

Menurut Herman, persoalan sampah masih menjadi tantangan bersama di hampir seluruh kota di Jawa Barat, termasuk Kota Depok. Karena itu, ia menilai Gerakan Pramuka dapat berkontribusi melalui pendidikan dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan.

“Di level rumah tangga, lingkungan RT dan RW, saya kira ini adalah medan bagi Pramuka untuk memberikan kontribusi terbaik bersama komponen masyarakat lainnya melalui edukasi agar masyarakat mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah,” ujarnya.

Herman menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus mendorong penyelesaian persoalan sampah melalui berbagai teknologi, seperti waste to energy, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi insinerator di sejumlah daerah.

Namun, menurutnya, teknologi saja tidak cukup tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Kwarda Pramuka Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman melantik mabicab Kota Depok Dr. H. Supian Suri, Jumat (31/7/2026).
Herman yang juga menjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat mengatakan keterlibatan Pramuka dalam edukasi lingkungan bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Herman, mengajak Pemerintah Kota Depok bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Depok menggerakkan anggota Pramuka dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega untuk terlibat langsung di tengah masyarakat.

“Pada saat adik-adik Pramuka membantu masyarakat mengurangi sampah, pada saat itu pula mereka sedang mengasah kepemimpinan, mengasah relationship, dan mengembangkan soft skill. Jadi manfaatnya ganda, masyarakat terbantu dan karakter generasi muda juga terbentuk,” katanya.

Menurut Herman, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka, khususnya dalam mengamalkan pengabdian kepada masyarakat.

Selain persoalan lingkungan, Herman menekankan pentingnya peran Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter untuk masa depan Kota Depok.

Ia menyebut pembinaan yang dilakukan sejak usia Siaga hingga Pandega menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki karakter cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sebagai bekal membangun daerah di masa mendatang.

“Program pemerintah memiliki keterbatasan. Tetapi jika bergandengan tangan dengan Gerakan Pramuka, saya optimistis kita bisa menyiapkan generasi muda yang berkualitas sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Herman. (**).