Depok || Radarpost.id
Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian generasi muda di tengah derasnya arus digital dan berbagai tantangan sosial.
Pesan tersebut mengemuka dalam pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Depok Masa Bakti 2026–2031 di Aula Dibaleka Kompleks Balaikota Depok, (31/7/2026).
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, yang melantik Mabicab Kota Depok, menegaskan bahwa kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
“Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi, tetapi panggilan untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa. Jangan setengah-setengah menjalankan amanah ini, karena masa depan Indonesia bergantung pada kualitas generasi mudanya,” ujar Herman.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi di Pramuka telah membentuk karakter kepemimpinan yang kini menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menjadikan semboyan Satyaku Kudarmakan, Dharmaku Kubaktikan sebagai pedoman pengabdian.
Herman juga menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Panca Waluya sebagai fondasi pembinaan karakter generasi muda di Jawa Barat agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berakhlak, tangguh, dan berdaya saing.
Herman mengingatkan bahwa Gerakan Pramuka pernah menjadi gerakan besar yang mampu menyatukan masyarakat dan melahirkan banyak pemimpin nasional.
Semangat tersebut, menurutnya, perlu dihidupkan kembali untuk menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Mabicab Kota Depok menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan kepramukaan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di Kota Depok.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi penerus bangsa yang dibentuk melalui pendidikan dan organisasi seperti Gerakan Pramuka.
Ketua Kwatir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Depok Wahid Suryono, mengatakan tantangan pembinaan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks.

Karena itu, menurutnya, Gerakan Pramuka harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih relevan, menarik, dan adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepanduan.
“Pramuka harus hadir sebagai ruang yang mampu membentuk karakter sekaligus menjawab tantangan generasi milenial dan Generasi Emas,” ujarnya. (**).













