Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Horas! Anak Medan Menggema di Indonesia Fashion Week, Koleksi Four Seasons dari Medan Bikin Panggung Fashion Bergemuruh

Sorotan datang dari Kota Medan yang membawa semangat "Horas!" ke atas catwalk melalui kolaborasi fesyen dan pertunjukan musik yang sukses menyedot perhatian para penonton.(Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Panggung Indonesia Fashion Week kembali menghadirkan kejutan yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyuguhkan pengalaman budaya yang kuat. Kali ini, sorotan datang dari Kota Medan yang membawa semangat “Horas!” ke atas catwalk melalui kolaborasi fesyen dan pertunjukan musik yang sukses menyedot perhatian para penonton.

Di bawah arahan Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, empat desainer muda asal Medan yakni Riki Damanik, Harry Hasibuan, Dita Mayenda, dan Ayu Andira mempersembahkan koleksi bertajuk Four Seasons. Konsep tersebut menawarkan interpretasi empat musim dalam balutan rancangan yang tetap mempertahankan identitas budaya lokal.

Pilihan tema ini menjadi daya tarik tersendiri. Di tengah kondisi Indonesia sebagai negara beriklim tropis, para desainer justru menghadirkan eksplorasi busana yang terinspirasi dari musim semi, panas, gugur, hingga dingin dengan pendekatan modern dan artistik.

Airin Rico Waas mengatakan, kreativitas dalam dunia fesyen tidak dibatasi oleh letak geografis maupun kondisi alam suatu daerah. Menurutnya, tantangan terbesar justru bagaimana menghadirkan inspirasi global tanpa menghilangkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.

“Kreativitas itu tidak mengenal batas. Justru di sanalah letak tantangan utamanya, bagaimana kita mengolah estetika dan filosofi empat musim tanpa melupakan sentuhan budaya serta kearifan lokal yang menjadi identitas utama Kota Medan,” ujar Airin.

Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan permainan siluet, tekstur, hingga pemilihan warna yang merepresentasikan karakter masing-masing musim. Sentuhan motif dan detail khas Medan menjadi benang merah yang menghubungkan konsep internasional dengan kekayaan budaya lokal, sehingga setiap rancangan tampil relevan sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Namun, pertunjukan tersebut tidak hanya berbicara soal busana.

Suasana panggung berubah semakin semarak ketika lagu Anak Medan mulai mengalun mengiringi para model berjalan di atas runway. Musik yang lekat dengan identitas masyarakat Sumatera Utara itu berhasil membangun atmosfer berbeda dibandingkan pertunjukan fesyen pada umumnya.

Penampilan seniman Jacky Sembiring bersama Voice Off Indonesia semakin menghidupkan suasana. Tepuk tangan, sorakan, hingga antusiasme penonton memenuhi ruang peragaan, menciptakan perpaduan antara fashion show dan pertunjukan seni budaya yang berlangsung dalam satu panggung.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa sebuah peragaan busana tak lagi sekadar menampilkan koleksi pakaian, tetapi juga mampu menghadirkan narasi budaya melalui musik, pertunjukan, dan identitas daerah.

Keikutsertaan Dekranasda Kota Medan dalam Indonesia Fashion Week pun menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan potensi industri kreatif daerah kepada publik nasional. Selain menjadi ruang promosi bagi para desainer lokal, panggung ini juga memperlihatkan bahwa karya anak daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di industri fesyen Indonesia.

Lewat konsep Four Seasons, Kota Medan menghadirkan pesan bahwa inovasi dapat lahir dari keberanian mengeksplorasi ide-ide baru tanpa meninggalkan akar budaya. Perpaduan fesyen, musik, dan semangat “Horas!” menjadi bukti bahwa identitas lokal dapat tampil modern sekaligus memikat di panggung mode nasional. :::