Jakarta|| Radarpost.id
Duo pop T2 akhirnya mengungkap kisah di balik perjalanan karier mereka yang telah berlangsung hampir dua dekade. Tika Ramlan dan Tiwi mengaku hubungan mereka sempat diwarnai konflik akibat kesalahpahaman hingga memilih berjalan masing-masing selama beberapa tahun.
Pengakuan tersebut disampaikan keduanya saat menjadi bintang tamu dalam program FYP Trans7. Tiwi menjelaskan bahwa persoalan komunikasi menjadi penyebab utama renggangnya hubungan mereka pada masa itu.
“Dulu pisahnya karena salah komunikasi, salah paham, bilang saja ribut,” ujar Tiwi.
Meski sempat mengalami konflik secara pribadi, keduanya tetap menunjukkan profesionalisme ketika tampil di atas panggung. Momen tersebut bahkan diingat oleh Irfan Hakim yang pernah berada dalam satu perjalanan bersama T2.
Menurut Irfan, suasana di luar panggung terlihat canggung karena Tika dan Tiwi tidak saling menyapa selama berada di pesawat. Namun, kondisi berubah ketika keduanya mulai tampil menghibur penonton.
“Di pesawat gak saling tanya, di panggung sok akrab,” canda Irfan yang langsung disambut tawa Tiwi.
Setelah sempat vakum, T2 kini kembali aktif meramaikan industri musik Indonesia. Duo yang dikenal lewat lagu OK!! itu rutin tampil di berbagai festival musik dan panggung hiburan dengan membawakan lagu-lagu yang membangkitkan nostalgia era 2000-an.
Tak hanya mengandalkan penggemar lama, Tika dan Tiwi juga mulai menikmati hadirnya pendengar baru dari kalangan Generasi Z. Menurut Tiwi, banyak anak muda yang ternyata sudah akrab dengan lagu-lagu T2 meski belum mengenal sosok penyanyinya.
“Generasi di bawah kita tuh malah lebih hafal lagunya, tapi bukan penyanyinya,” kata Tiwi.
Sementara itu, Tika menilai perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor penting yang membuat karya-karya T2 tetap hidup hingga sekarang. Beragam versi cover dan aransemen ulang dari kreator maupun musisi muda membuat lagu-lagu mereka terus beredar di berbagai platform digital.
Fenomena tersebut justru disyukuri oleh T2 karena menjadi peluang untuk memperkenalkan kembali katalog musik mereka kepada generasi baru tanpa harus bergantung pada promosi konvensional.
“Karena udah banyak banget yang cover. Kita bersyukur di era seperti sekarang masih punya kesempatan memperkenalkan lagu kita ke pendengar yang dulu mungkin belum pernah mendengarnya,” tutup Tiwi.
Kembalinya T2 menunjukkan bahwa dinamika hubungan dalam sebuah grup musik bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya. Profesionalisme serta perkembangan media sosial menjadi modal penting bagi Tika dan Tiwi untuk mempertahankan eksistensi sekaligus menjangkau pasar musik lintas generasi.













