Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Blunder Herdman Dibedah Ronny Tanuwijaya: Jangan Ubah Formasi yang Sudah Menang!

Ronny Tanuwijaya saat bersama Manajer Timnas Sumardji
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 memantik kritik dari berbagai kalangan. Salah satu sorotan tajam datang dari mantan Manajer Persebaya Surabaya, Ronny Tanuwijaya, yang menilai kekalahan 0-3 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026), tidak lepas dari kesalahan strategi pelatih John Herdman dalam menentukan komposisi pemain.

Menurut Ronny, sejumlah keputusan Herdman justru mengubah formula yang sebelumnya terbukti efektif saat Indonesia mengalahkan Kamboja dan Timor Leste.

Ia mempertanyakan keputusan menempatkan Rizky Ridho sebagai bek kanan, padahal Indonesia masih memiliki Sandy Walsh yang dinilai lebih ideal mengisi posisi tersebut.

“Komposisi terbaik tiga pemain belakang adalah menempatkan Rizky Ridho sebagai center back bersama Sandy Walsh dan Shane Pattynama, seperti saat menghadapi Kamboja dan Timor Leste. Ada apa pelatih John Herdman mengubah komposisi terbaik itu?” kata Ronny.

Tak hanya lini belakang, Ronny juga mengkritik perubahan di sektor tengah. Ia menilai penempatan Thom Haye di sisi kanan untuk membantu pertahanan bukan keputusan yang tepat.

Menurutnya, Haye selama ini tampil efektif sebagai playmaker yang mengatur ritme permainan. Posisi tersebut justru diisi Marc Klok, yang menurut Ronny sudah tidak lagi menunjukkan performa terbaik untuk level tim nasional.

“Haye pada pertandingan sebelumnya selalu bermain sebagai playmaker, tetapi malah dipindahkan. Posisi itu diisi Marc Klok yang menurut saya sudah tidak layak lagi di timnas,” ujarnya.

Ronny menegaskan lini tengah Indonesia seharusnya menjadi motor permainan sekaligus benteng pertama dalam memutus aliran bola lawan. Karena itu, ia berharap duet gelandang terbaik kembali dimainkan saat Indonesia menghadapi Singapura pada laga terakhir fase grup.

Selain faktor taktik, Ronny juga menyoroti komposisi skuad yang dinilainya terlalu banyak dihuni pemain senior. Kehadiran Jordi Amat, Marc Klok, dan Thom Haye secara bersamaan dianggap kurang efektif untuk mengimbangi kecepatan pemain-pemain Vietnam.

“Pelatih seharusnya mampu membaca karakter permainan Vietnam dan menurunkan starting eleven terbaik sejak awal. Kecepatan Vietnam harus diimbangi dengan pemain yang lebih segar dan dinamis,” tegasnya.

Meski melontarkan kritik keras, Ronny tetap optimistis peluang Indonesia melaju ke semifinal belum tertutup. Ia yakin skuad Garuda mampu bangkit saat bertandang menghadapi Singapura.

“Dengan banyaknya pemain berpengalaman yang memiliki mental bertanding bagus, saya yakin Indonesia masih bisa tampil maksimal saat melawan Singapura,” katanya.

Ronny meyakini pemain seperti Sandy Walsh, Rizky Ridho, Ragnar Oratmangoen, hingga Jens Raven akan menjadi pembeda apabila dimainkan dalam komposisi yang tepat.

Laga kontra Singapura kini menjadi penentu nasib Timnas Indonesia di Grup A. Kemenangan menjadi target mutlak jika skuad Garuda ingin menjaga asa melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026.