Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita, TNI  

Dansatgas Citarum Harum 2026 Tinjau Pengelolaan Limbah Industri PT Putra Mulia Terang Indah di Majalaya

banner 120x600

Radarpost.id | Kabupaten Bandung, Selasa, 4 Agustus 2026 – Dansatgas Citarum Harum 2026, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., didampingi Dansektor 2 Citarum Harum Kolonel Inf. Dwi Kristiyanto, melaksanakan kegiatan pengecekan dan pengawasan terhadap pengelolaan limbah industri di PT Putra Mulia Terang Indah (PMTI) yang berlokasi di Jalan Rancajigang, Desa Padamulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan terpadu Satgas Citarum Harum dalam memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terkait pengelolaan air limbah industri yang bermuara ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kualitas air limbah pada outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Putra Mulia Terang Indah secara umum telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai pH berada pada kisaran netral (pH 7) serta kondisi fisik air limbah yang telah memenuhi standar kualitas lingkungan.

Meski demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa debit pembuangan air limbah perusahaan masih berada di atas 1.000 meter kubik per hari. Berdasarkan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup, perusahaan dengan debit pembuangan tersebut wajib memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus-Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) sebagai sarana pemantauan kualitas air limbah secara real time.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Citarum Harum 2026 Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H. menyampaikan bahwa kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga keberhasilan Program Citarum Harum.

“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kualitas air limbah yang dihasilkan perusahaan telah memenuhi baku mutu.

Namun demikian, masih terdapat kewajiban yang harus dipenuhi terkait pemasangan sistem SPARING karena debit pembuangan air limbah melebihi ketentuan yang ditetapkan. Kami berharap perusahaan segera menindaklanjuti ketentuan tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus komitmen nyata dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum,” ujar Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H.

Selain pemasangan SPARING, Satgas Citarum Harum juga mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan program recycle dan reuse air limbah agar volume air yang dibuang ke lingkungan dapat ditekan hingga di bawah ambang batas 1.000 meter kubik per hari. Langkah tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga memperkuat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dansatgas menegaskan bahwa upaya perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) sehingga perusahaan mampu meningkatkan predikat kinerja lingkungannya menuju kategori yang lebih baik.

Melalui kegiatan pengawasan ini, Satgas Citarum Harum 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan terhadap seluruh pelaku usaha di sepanjang DAS Citarum agar pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara konsisten, bertanggung jawab, dan berkelanjutan demi terwujudnya Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan lestari.*””