Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita  

PLN UP2B Jawa Barat Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Uji House Load PLTU Indramayu

PLN UP2B Jawa Barat Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Uji House Load PLTU Indramayu
PLN UP2B Jawa Barat Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan melalui Uji House Load PLTU Indramayu

Indramayu || Radarpost.id

PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jabar) memperkuat kesiapan sistem kelistrikan melalui Uji House Load Unit #2 PLTU Indramayu.

Pengujian yang dilaksanakan bersama PT PLN Nusantara Power melalui Unit Pembangkitan Indramayu, Dispatcher PLN UP2B Jabar, Operator GI Indramayu, serta PLN UIP2B Jamali tersebut bertujuan memastikan kemampuan pembangkit dalam mempertahankan kebutuhan operasional internal dan melakukan sinkronisasi kembali ke jaringan ketika terjadi gangguan sistem.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa kesiapan sistem kelistrikan perlu dibangun tidak hanya untuk menghadapi kondisi operasi normal, tetapi juga ketika sistem berada dalam kondisi tidak ideal.

“Pengujian House Load merupakan salah satu upaya strategis untuk memastikan pembangkit mampu mempertahankan kebutuhan listrik internal saat terjadi gangguan pada sistem. Dengan demikian, pembangkit diharapkan tidak langsung mengalami penghentian operasi secara total sehingga dapat mendukung proses pemulihan sistem berlangsung lebih cepat, sekaligus memastikan penerapan ketentuan sesuai Permen ESDM Nomor 20 Tahun 2020,” ungkap Munawwar.

Dalam ketentuan Grid Code, unit pembangkit disyaratkan mampu beroperasi dalam kondisi House Load paling singkat selama 40 menit dan siap melakukan sinkronisasi kembali ke jaringan. Hasil pengujian menunjukkan Unit #2 PLTU Indramayu mampu bertahan dalam kondisi House Load selama 62 menit sebelum berhasil tersinkronisasi kembali ke jaringan. Dengan hasil tersebut, Uji House Load Unit #2 PLTU Indramayu dinyatakan berhasil.

Manager UP2B Jabar, Santo Kardono, menyampaikan bahwa keberhasilan pengujian tidak terlepas dari koordinasi dan kesiapan seluruh personel yang terlibat, baik dari sisi pembangkitan, pengatur sistem, maupun jaringan.

“Keberhasilan pengujian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengelola pembangkit, pengatur sistem, dan seluruh unit terkait. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi agar ketika sistem menghadapi kondisi kritis, seluruh perangkat dan personel telah siap menjalankan skenario pemulihan dengan cepat dan aman,” ungkap Santo.

Sepanjang 2026, pengujian House Load di wilayah operasional PLN UP2B Jabar telah dilaksanakan pada tiga pembangkit, yakni PLTU Indramayu, PLTP Star Energy Darajat, dan PLTP Star Energy Wayang Windu. House Load merupakan bagian dari skema pertahanan sistem (defense scheme) yang berperan dalam mempertahankan kesiapan pembangkit ketika sistem tenaga listrik mengalami kondisi ekstrem. Dengan kemampuan tersebut, pembangkit diharapkan tidak mengalami penghentian operasi secara total sehingga proses pemulihan sistem dapat berlangsung lebih cepat.

Melalui pengujian berkala dan koordinasi lintas unit, PLN terus memastikan kesiapan setiap elemen dalam sistem tenaga listrik, mulai dari pembangkit, jaringan, hingga pengatur sistem. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga sistem kelistrikan Jawa Barat tetap andal, aman, dan tangguh dalam menghadapi berbagai kondisi operasi.