Radarpost.id | JAKARTA TIMUR – Penanganan sampah di wilayah Jakarta Timur menunjukkan tren positif. Timbulan sampah harian tercatat mengalami penurunan hingga sekitar 800 ton per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Penanganan Sampah di Ruang Sri Gunting, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (27/8/2026).
Munjirin mengatakan, berdasarkan data penanganan sampah, rata-rata timbulan sampah harian pada periode Mei hingga Juli 2025 berada di kisaran 1.900 hingga 2.400 ton per hari. Sementara pada periode yang sama tahun 2026, angka tersebut berhasil ditekan menjadi rata-rata 1.371,43 ton per hari.
Atas capaian tersebut, Munjirin mengapresiasi jajaran kecamatan dan kelurahan yang dinilai konsisten melakukan berbagai upaya pengurangan sampah di wilayah masing-masing.
“Saya apresiasi kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan yang sudah berjuang bersama melakukan pengurangan sampah di wilayah Jakarta Timur,” ujar Munjirin.
Ia menjelaskan, upaya pengurangan sampah juga didukung meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Berdasarkan data Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, sebanyak 702.150 warga atau setara 175.587 kepala keluarga (KK) telah aktif memilah sampah dari rumah.
Munjirin meminta jajaran kecamatan dan kelurahan terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara menyeluruh.
Menurutnya, gerakan pemilahan sampah tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan permukiman, tetapi juga harus diterapkan oleh sektor usaha. Karena itu, ia menginstruksikan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur bersama kepala satuan pelaksana (Kasatpel) di tingkat kecamatan untuk meningkatkan sosialisasi, khususnya kepada pemilik restoran.
“Saya masih melihat ada restoran yang belum melakukan pilah sampah. Saya harapkan Sudin LH Jakarta Timur untuk melakukan sosialisasi pilah sampah bersama kasatpel di masing-masing kecamatan dan kelurahan. Saya harapkan adanya perubahan di wilayah Jakarta Timur di bulan berikutnya,” katanya.
Dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, serta Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta, Munjirin juga mendorong pemerataan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, OTT perlu dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar ketentuan kebersihan.
Selain itu, setiap lurah diminta memetakan lokasi yang rawan menjadi titik pembuangan dan penumpukan sampah. Langkah tersebut terutama dilakukan di wilayah yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah oleh warga dari luar kawasan.
Munjirin juga meminta agar titik-titik rawan tersebut dapat dilengkapi dengan posko penjagaan. Pengawasan dapat dilakukan dengan melibatkan Satpol PP dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta berkolaborasi dengan pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan tokoh masyarakat setempat.
Ia berharap pengawasan secara terpadu dapat mencegah munculnya kembali titik pembuangan sampah liar dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
“Saya yakin jika adanya penjagaan seperti itu membuat warga yang ingin membuang sampah, karena adanya petugas menjadi takut, dan harapannya di kemudian hari tidak melakukan hal yang sama kembali,” tandasnya.












