Radarpost.id | BATURAJA — Menjelang digelarnya latihan bersama multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik, suasana kesiapan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Baturaja, Sumatra Selatan, tampak semakin intensif. Prajurit Batalyon Arhanud 10/ABC bersama sejumlah delegasi militer dari negara sahabat melaksanakan peninjauan ketat terhadap lokasi gelar alat utama sistem senjata (alutsista) pada Senin, 7 September 2026.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, keamanan, serta ketepatan titik penempatan alutsista yang akan diterjunkan dalam skenario latihan tempur terpadu. Kehadiran prajurit Yonarhanud 10/ABC menunjukkan kesiapan matang satuan dalam mengintegrasikan sistem pertahanan udara modern bersama unsur militer negara-negara peserta lainnya.
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, delegasi militer asing turut mendampingi guna menyamakan prosedur tetap penggelaran alutsista dan taktik pengamanan udara selama latihan berlangsung. Batalyon Arhanud 10/ABC secara khusus menyiapkan sistem persenjataan andalannya untuk diintegrasikan dalam simulasi perlindungan objek vital serta pasukan darat dari berbagai potensi ancaman udara. Peninjauan ketat ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari rute pergeseran pasukan, zona penembakan, hingga kesiapan fasilitas pendukung logistik tempur di area latihan Puslatpur Baturaja.
Selain mematangkan aspek teknis taktis, pelaksanaan peninjauan ini juga menjadi wujud nyata penguatan diplomasi militer internasional. Ajang Super Garuda Shield 2026 tidak hanya berfungsi sebagai sarana uji interoperabilitas dan profesionalisme prajurit antarnegara, tetapi juga mempererat kerja sama pertahanan global. Melalui sinergi yang solid di Baturaja, Batalyon Arhanud 10/ABC berkomitmen penuh untuk menyukseskan seluruh rangkaian latihan bersama ini sekaligus membuktikan tingkat kesiapan TNI yang profesional di kancah dunia.
(PEN_GAGAK_HITAM)












