Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Diah Permatasari Jadi Project Director, Bawa Misi Budaya RI ke Los Angeles

Aktris senior tersebut dipercaya menjadi project director dalam kegiatan promosi budaya Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat.(Istimewa).

Jakarta|| Radarpost.id

Diah Permatasari mendapat peran baru di luar dunia akting. Aktris senior tersebut dipercaya menjadi project director dalam kegiatan promosi budaya Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu akan melibatkan diaspora Indonesia di Los Angeles. Tak hanya menampilkan seni dan budaya, agenda tersebut juga membawa misi memperkenalkan wastra Nusantara dan produk UMKM Indonesia ke pasar internasional.

Diah mengaku posisi sebagai project director merupakan pengalaman baru baginya. Meski demikian, ia telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai kegiatan misi kebudayaan ke luar negeri sejak 2014.

“Ini sebenarnya saya sudah dapat sedikit pengalaman tetapi sebagai project director-nya saya baru pertama kali. Jadi saya banyak belajar dari yang sudah-sudah,” ujar Diah Permatasari di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Bagi Diah, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia melalui bidang yang dekat dengan dirinya, yakni wastra Nusantara.

Perempuan yang lahir dan besar di Solo, Jawa Tengah, itu mengaku sejak lama memiliki ketertarikan terhadap kain dan budaya tradisional Indonesia. Kecintaannya terhadap wastra pula yang membuatnya aktif mendukung sejumlah kegiatan kebudayaan.

“Awal mulanya, memang mungkin saya di sini sebagai public figure ya. Sebagai public figure yang beberapa kali saya juga sudah men-support acara-acara wastra. Dan memang saya itu cinta sekali dengan wastra,” katanya.

Tak Sekadar Pamer Budaya

Diah tidak ingin kegiatan di Los Angeles berhenti sebagai pertunjukan budaya semata. Ia ingin ada dampak yang lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM yang memiliki produk bernilai budaya.

Menurutnya, promosi budaya Indonesia di luar negeri dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat internasional.

“Kayaknya sudah waktunya ya saya ini ingin berkontribusi untuk negara ini. Apa sih yang saya bisa lakukan gitu? Mungkin selama ini saya kan kebanyakan di dunia film dan sinetron, saya ingin membantu negara kita untuk mempromosikan wastra ini,” ungkapnya.

Diah berharap wastra dan produk UMKM Indonesia semakin memiliki ruang di pasar global. Ia juga menilai figur publik mempunyai peran untuk membantu memperluas jangkauan promosi produk Indonesia.

“Ingin memajukan UMKM ke kancah internasional gitu. Dan alhamdulillah insyaallah kita hampir satu langkah lagi nih ya, maju ke sana gitu. Siapa lagi kalau bukan kita? Sebagai public figure kita harus support Indonesia,” tuturnya.

Untuk menjalankan kegiatan tersebut, Diah menggandeng tim yang memiliki pengalaman menggelar acara kebudayaan di sejumlah negara. Beberapa anggota timnya diketahui pernah terlibat dalam kegiatan di Roma dan Sao Paulo.

Fashion Show hingga Bazar Nusantara

Salah satu agenda yang akan digelar adalah Panggung Gembira pada 12 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan diaspora Indonesia sekaligus sarana memperkenalkan kebudayaan Nusantara kepada masyarakat Amerika Serikat.

Beragam agenda disiapkan, mulai dari booth, bazar makanan Indonesia, fashion show, hingga pertunjukan seni.

“Kita akhirnya dipercaya untuk membuat sebuah acara yaitu pagelaran fashion show dan juga wastra bazar, bazar Nusantara. Dan kita ada tadi… sendratari juga,” jelas Diah.

Fashion show tersebut juga akan melibatkan mahasiswa Indonesia yang berada di Los Angeles. Mereka mendapat kesempatan menjadi bagian dari acara, termasuk tampil sebagai model yang memperagakan busana khas Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan antara generasi muda diaspora dengan upaya promosi budaya Indonesia di luar negeri.

Bawa Nama Bangsa Indonesia

Diah menyadari perannya sebagai project director memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding sekadar tampil sebagai public figure. Ada nama Indonesia yang ikut dibawanya ketika menjalankan kegiatan tersebut.

Karena itu, ia menargetkan kegiatan di Los Angeles tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghasilkan dampak bagi promosi budaya dan produk Indonesia.

“Kita di sana kan bukan cuma mau ngecek-ngecek, bukan cuma mau piknik. Kita ada misinya harus kerja. Harus ada hasilnya karena kita membawa nama bangsa, jadi itu taruhannya,” tegas Diah.

Selain membawa misi budaya, Diah berharap keterlibatannya dapat menginspirasi perempuan untuk tetap aktif dan produktif di tengah kesibukan.

Ia mengajak perempuan untuk terus berkreativitas dan menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun negara.

“Kita maunya ibu muda terus biar muda selamanya. Jadi daripada kita tidak mempunyai kegiatan yang positif tongkrong-tongkrong kopi-kopi nggak jelas, mending kita berkreativitas. Apa sih yang bisa kita buat buat negara kita yang bermanfaat?” pungkasnya.