Jakarta|| Radarpost.id
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap titik koordinat terakhir lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Sinyal perangkat komunikasi rombongan tersebut terakhir terdeteksi berada di wilayah Pulau Sebesi, Lampung.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, Komdigi bersama tiga operator seluler terus melakukan pemantauan terhadap sinyal telekomunikasi di kawasan Selat Sunda.
Data terakhir yang diterima menunjukkan perangkat milik rombongan masih terdeteksi pada 7 September 2026. Setelah itu, komunikasi terputus.
“Komdigi sejak awal, setelah menerima informasi ini, mengajak semua opsel (operator selular) dan infrastruktur yang di bawah Kementerian Komdigi untuk memantau sinyal-sinyal ataupun tanda-tanda dari penggunaan smartphone, misalnya di area yang diduga insiden kehilangan kontak ini terjadi,” kata Nezar, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Nezar, titik terakhir yang berhasil dipantau berada di Pulau Sebesi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Tim SAR Gabungan untuk membantu proses pencarian.
“Seperti kita ketahui terakhir data yang terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September, berada di Pulau Sebesi, dengan demikian kita terus memantau terus mencari,” ujarnya.
Libatkan 3 Operator Seluler
Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau keberadaan sinyal di sepanjang kawasan Selat Sunda.
Pemantauan dilakukan terhadap BTS yang berada di wilayah Banten dan Lampung. Selain operator seluler, balai monitoring radio di kedua wilayah tersebut juga dilibatkan untuk mendeteksi kemungkinan adanya sinyal dari perangkat milik korban.
“Kalau Komdigi kita sudah berkoordinasi dengan tiga operator selular itu, semua mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui balai monitoring yang ada di Banten dan Lampung. Kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” jelas Nezar.
Data dari operator seluler tersebut menjadi salah satu informasi yang diberikan kepada Tim SAR Gabungan dalam mempersempit wilayah pencarian.
“Dari opsel kita meyakini sudah mendapatkan informasi, dan informasi itu sudah kita teruskan kepada SAR dan sudah diproses berupaya kontak meyakini terakhir di Pulau Sebesi,” katanya.
Publik Diminta Tak Sebarkan Hoaks
Komdigi juga mengimbau masyarakat dan keluarga korban tidak mudah mempercayai informasi mengenai keberadaan rombongan yang beredar di media sosial.
Nezar meminta perkembangan pencarian mengacu pada informasi resmi dari Tim SAR Gabungan untuk menghindari munculnya informasi yang tidak terverifikasi.
“Kami mengajak kepada semua pihak agar tidak termakan informasi hoaks perihal keberadaan korban,” ujarnya.
Lima jurnalis dan tiga kru kapal sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di kawasan Selat Sunda.
Informasi mengenai titik terakhir di Pulau Sebesi menjadi salah satu petunjuk dalam operasi pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.












