Jakarta || Radarpost.id
SMK Pelayaran Jakarta di bawah naungan Yayasan Bahari Sejati resmi menggandeng Bank Sampah Induk (BSI) Kumala untuk memperkuat pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di halaman SMK Pelayaran Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Kolaborasi ini akan berlangsung selama satu tahun, terhitung sejak September 2026 hingga September 2027.
Dalam kerja sama tersebut, SMK Pelayaran Jakarta akan berperan sebagai Bank Sampah Unit (BSU) yang bersinergi dengan BSI Kumala.
Program yang dijalankan tak sekadar soal mengurangi sampah. Sekolah juga akan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik bisa memiliki nilai ekonomi.
Bukan Sekadar Seremoni
Kepala SMK Pelayaran Jakarta Hetty Harlisa Prasasti mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik.
“Kerja sama dengan BSI Kumala ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen nyata sekolah untuk mendidik siswa agar peduli terhadap lingkungan sekaligus memahami nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang baik,” ujar Hetty.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar menjadi kebiasaan yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Bahari Sejati Diane Harlisa Saraswati.
Ia menegaskan dukungan yayasan terhadap langkah SMK Pelayaran Jakarta menjadi Bank Sampah Unit.
“Yayasan Bahari Sejati mendukung penuh langkah SMK Pelayaran Jakarta menjadi Bank Sampah Unit. Ini sejalan dengan komitmen kami mencetak generasi maritim yang unggul, disiplin, sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ungkap Diane.
Sampah Dipilah hingga Bernilai Ekonomi
Usai penandatanganan MoU, rombongan meninjau Unit Pengolahan Sampah (UPS) BKK SMK Pelayaran Jakarta.
Unit tersebut menjadi pusat pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Sampah nantinya dikelola melalui sejumlah tahapan, mulai dari pilah, kumpulkan, olah, timbang dan catat, hingga manfaatkan.
Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya diajak membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami proses pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sekolah juga akan membentuk tim peduli lingkungan dan membangun budaya pengelolaan sampah di kalangan siswa serta tenaga pendidik.
Program ini sekaligus mendukung upaya sekolah dalam mengikuti program Adiwiyata dan sekolah sehat.
Ada Pelatihan dan Evaluasi Berkala
Selama masa kerja sama, SMK Pelayaran Jakarta bersama BSI Kumala akan menjalankan berbagai kegiatan setiap bulan.
Program tersebut meliputi pelatihan pemilahan sampah, edukasi mengenai nilai ekonomi sampah, kampanye lingkungan, hingga kegiatan eksternal yang melibatkan masyarakat.
Evaluasi juga dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan secara terkoordinasi dan terukur.
Melalui kolaborasi ini, SMK Pelayaran Jakarta ingin membangun lingkungan pendidikan yang bersih dan sehat sekaligus membentuk karakter siswa.
Harapannya, lulusan sekolah tidak hanya memiliki kompetensi di bidang kemaritiman, tetapi juga menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.












