Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Menag Nasaruddin Umar Raih Penghargaan Pengembangan Wisata Religi di Bali

Menag Nasaruddin Umar diwakili Staf Khusus Bidang Kerukunan Kementerian Agama (Kemenag) Gugun Gumilar dalam menerima penghargaan tersebut.(Dok Menag).

JAKARTA|| Radarpost.id

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meraih penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation atas kontribusinya dalam pengembangan pariwisata keagamaan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam penyelenggaraan 11th Bali Tourism Awards 2026 yang berlangsung di Sanur, Bali. Penyerahan penghargaan digelar pada Senin (14/9) malam.

Menag Nasaruddin Umar diwakili Staf Khusus Bidang Kerukunan Kementerian Agama (Kemenag) Gugun Gumilar dalam menerima penghargaan tersebut.

“Semalam, saya mewakili Menteri Agama menerima Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation,” kata Gugun Gumilar di Sanur, Selasa (15/9).

Menurut Gugun, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Menag Nasaruddin Umar dalam mengembangkan dan memajukan wisata religi, khususnya di Bali.

Ia mengatakan penghargaan itu juga menjadi apresiasi terhadap kepemimpinan dan dedikasi Menag dalam mendorong pengembangan wisata religi, termasuk penguatan potensi pariwisata yang berbasis keagamaan dan budaya.

“Termasuk penguatan potensi wisata berbasis keagamaan dan budaya, khususnya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata religi Hindu serta potensi wisata religi dari berbagai agama di Indonesia,” ujarnya.

Gugun menjelaskan perkembangan wisata religi di berbagai daerah, termasuk Bali, tidak terlepas dari upaya pemerintah bersama umat beragama dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga kerukunan.

Ia menilai kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata berbasis keagamaan.

“Kita tahu bersama bahwa sejak survei indeks kerukunan dilakukan, 2025 menjadi tahun dengan indeks tertinggi. Ini prestasi luar biasa,” katanya.

Menurut dia, kondisi kerukunan yang baik tidak hanya memberikan dampak terhadap pengembangan wisata religi, tetapi juga dapat mendukung berbagai sektor pembangunan lainnya.

“Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Jadi kerukunan tidak hanya berdampak pada pengembangan wisata religi, tapi juga sektor-sektor pembangunan yang lain,” ujar Gugun.

Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation memberikan penghargaan kepada tokoh, institusi, dan pemimpin yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kemajuan serta pengembangan industri pariwisata Indonesia.

Penerimaan penghargaan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, duta besar negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, serta pimpinan perusahaan dari sektor perjalanan, perhotelan, penerbangan, destinasi, dan ekonomi kreatif.