Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita  

Thobib Al Asyhar Raih Penghargaan, Humas Kemenag Dorong Komunikasi Publik Berdampak

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar.(Istimewa).

JAKARTA||Radarpost.id

Komunikasi pemerintah kini tidak cukup hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan juga dituntut mudah dipahami, relevan, dan mampu memberikan dampak.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar setelah menerima Penghargaan Kepemimpinan Komunikasi Pemerintah dalam ajang Iprahumas Indonesia Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) Indonesia dalam rangkaian Konvensi Humas Pemerintah (KHP) 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Bagi Thobib, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Apresiasi itu dinilai menjadi pengingat bahwa penguatan komunikasi publik merupakan tanggung jawab bersama, terutama di tengah semakin cepatnya arus informasi.

“Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan dan apresiasi bagi saya. Namun, yang lebih penting, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi publik pemerintah merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus kita perkuat,” ujar Thobib.

Komunikasi Pemerintah Tak Cukup Sekadar Informasi

Thobib mengatakan, tantangan humas pemerintah saat ini mengalami perubahan. Humas tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan pesan pemerintah dapat diterima masyarakat dengan cara yang tepat.

Informasi, kata dia, harus disampaikan secara sederhana, relevan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, komunikasi publik membutuhkan kerja bersama lintas unit dan instansi. Menurut Thobib, humas tidak bisa bekerja sendiri untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Sinergi menjadi sangat penting. Kita perlu membangun ekosistem komunikasi yang saling mendukung, berbagi cerita baik, memperkuat pesan, dan bersama-sama menghadirkan informasi pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Di lingkungan Kemenag, penguatan ekosistem komunikasi tersebut dilakukan hingga ke berbagai tingkatan. Jaringan humas Kemenag kini mencakup pusat, kantor wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga madrasah.

Thobib menyebut konektivitas tersebut didukung oleh peran pranata humas dan insan kehumasan di berbagai satuan kerja.

“Alhamdulillah, saat ini Humas Kemenag telah terkoneksi secara sinergis dari pusat, Kanwil, Kankemenag kabupaten/kota, hingga KUA dan madrasah melalui peran Pranata Humas dan insan kehumasan yang aktif,” katanya.

Penghargaan Jadi Momentum Evaluasi

Thobib berharap penghargaan kepemimpinan komunikasi pemerintah yang diterimanya tidak berhenti sebagai apresiasi personal.

Menurutnya, penghargaan tersebut justru dapat menjadi energi bagi jajaran Humas Kemenag untuk terus meningkatkan kemampuan, berinovasi, dan memperkuat kualitas komunikasi publik.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Konvensi Humas Pemerintah 2026, yakni “Transformasi Humas Pemerintah: Bersinergi dan Berdampak dalam Komunikasi Publik Indonesia”.

KHP 2026 menjadi momentum bagi para praktisi humas pemerintah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membahas perubahan dalam praktik komunikasi publik.

Transformasi tersebut mencakup peningkatan kompetensi, kolaborasi antarlembaga, inovasi dalam penyampaian informasi, hingga orientasi terhadap dampak komunikasi.

Dengan pendekatan tersebut, komunikasi pemerintah diharapkan tidak berjalan secara terpisah di masing-masing instansi. Sebaliknya, pesan publik dapat dibangun dalam ekosistem komunikasi yang lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

Bagi Humas Kemenag, penghargaan yang diterima Thobib Al Asyhar pun menjadi salah satu momentum untuk terus memperkuat peran komunikasi publik, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.