JAKARTA|| Radarpost.id
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam serangan drone yang dilaporkan menargetkan Kota Mekkah. Ia menuding kelompok Houthi di Yaman berada di balik serangan yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan milisi tersebut.
Pernyataan Raja Salman disampaikan dalam rapat kabinet Arab Saudi pada Selasa (22/9) dan dilaporkan kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), sebagaimana diberitakan Al Jazeera.
Raja Salman menyebut penargetan terhadap kota suci Mekkah sebagai tindakan yang serius dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Ia juga memberikan apresiasi kepada militer dan aparat keamanan Arab Saudi yang disebut telah menghadapi agresi serta menjaga keamanan tempat-tempat suci, jemaah, warga negara, dan wilayah Kerajaan.
Drone Dilaporkan Menuju Mekkah
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi melaporkan adanya drone yang diluncurkan menuju wilayah Mekkah. Drone tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
Namun, puing-puing drone dilaporkan jatuh di wilayah selatan Mekkah. Insiden itu menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Arab Saudi menyatakan serangan tersebut dilakukan oleh Houthi.
Tuduhan itu dibantah pihak Houthi. Pemimpin kelompok tersebut, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut tudingan Saudi sebagai kebohongan.
Peringatan Keamanan di Mekkah
Insiden tersebut menjadi perhatian karena Mekkah merupakan kota suci umat Islam dan lokasi Masjidil Haram serta Ka’bah.
Menurut laporan tersebut, sistem peringatan keamanan di Mekkah diaktifkan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade setelah adanya ancaman tersebut.
Sejumlah negara, termasuk Indonesia, kemudian mengeluarkan imbauan dan peringatan perjalanan terkait perkembangan keamanan di Arab Saudi.
Ketegangan Saudi-Houthi Meningkat
Serangan tersebut terjadi ketika hubungan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali mengalami ketegangan.
Konflik terbaru disebut bermula pada Juli setelah serangan terhadap bandara di Sanaa, ibu kota Yaman. Houthi menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut.
Sejak itu, Houthi dilaporkan meningkatkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur energi dan jalur pelayaran yang berkaitan dengan Arab Saudi.
Di sisi lain, kelompok Houthi juga memperluas aktivitasnya di kawasan Laut Merah, salah satu jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah.
Bagi Arab Saudi, perkembangan tersebut menjadi persoalan keamanan yang tidak hanya menyangkut wilayah Kerajaan, tetapi juga keselamatan jamaah dan kawasan sekitar tempat-tempat suci umat Islam.
Pemerintah Arab Saudi hingga kini terus meningkatkan pengamanan untuk menghadapi potensi ancaman terhadap Mekkah dan wilayah strategis lainnya.












