Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jenazah Ditemukan di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Speedboat Arupadatu 1

Kepastian identitas Surakman diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA. Pemeriksaan tersebut tercantum dalam surat Nomor B/ND-274/IX/KES.19/2026/Rollabdokes POLRI.(Istimewa)

Jakarta|| Radarpost.id

Jenazah yang ditemukan nelayan di wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026, telah teridentifikasi sebagai salah satu korban hilang kontak Speedboat Arupadatu 1. Korban diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) bernama Surakman.

Kepastian identitas Surakman diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA. Pemeriksaan tersebut tercantum dalam surat Nomor B/ND-274/IX/KES.19/2026/Rollabdokes POLRI.

Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya kesesuaian dengan DNA anak korban bernama Yayat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis forensik tersebut, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano dipastikan adalah Surakman.

Speedboat Arupadatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026. Jenazah Surakman ditemukan seorang nelayan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara, dan kemudian dievakuasi Tim SAR Gabungan Bengkulu pada 12 September 2026.

Penemuan jenazah tersebut terjadi pada hari kelima pelaksanaan Operasi SAR Pencarian Speedboat Arupadatu 1.

Operasi SAR terhadap kejadian tersebut berlangsung pada 8-17 September 2026. Setelah operasi dihentikan, pencarian tetap dilanjutkan melalui pemantauan dan koordinasi antar unsur terkait.

Namun, hingga tanggal 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya maupun Speedboat Arupadatu 1.

(istimewa).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seluruh elemen SAR telah melakukan upaya pencarian secara maksimal.

“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 17 September 2026. Setelah itu dilanjutkan dengan pemantauan. Namun sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” ujar Al Amrad.

Dengan teridentifikasinya Surakman, penanganan jenazah selanjutnya dilakukan sesuai prosedur oleh pihak terkait untuk kemudian diserahkan kepada keluarga.

Hingga kini, proses pemantauan dan koordinasi masih dilakukan untuk memperoleh informasi terkait keberadaan korban lainnya maupun Speedboat Arupadatu 1.