JAKARTA|| Radarpost.id
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, mengapresiasi penurunan angka kemiskinan di Jakarta menjadi 3,96 persen. Namun, ia mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar tidak hanya menjadikan angka statistik sebagai tolok ukur keberhasilan dalam mengatasi kemiskinan.
Menurut Rani, penurunan angka kemiskinan yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut patut diapresiasi. Meski demikian, capaian itu perlu diuji dengan kondisi kesejahteraan masyarakat secara nyata.
“Menurut saya, penurunan angka kemiskinan Jakarta menjadi 3,96% patut diapresiasi, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa persoalan kemiskinan di Jakarta sudah tertangani dengan baik,” kata Rani saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).
Rani menilai, ada dua aspek penting yang perlu diperhatikan dalam membaca data penurunan kemiskinan. Pertama, memastikan bahwa angka kemiskinan memang mengalami penurunan. Kedua, melihat apakah perubahan tersebut benar-benar mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Ada dua hal yang perlu dibedakan: pertama, apakah angka kemiskinan memang menurun; kedua, apakah penurunan tersebut benar-benar mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Menurut dia, angka kemiskinan sebesar 3,96 persen memang menjadi capaian positif bagi Jakarta, terlebih jika benar menjadi angka terendah sepanjang sejarah pencatatan. Namun, pemerintah tetap perlu melihat dampak penurunan tersebut terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Rani menekankan pentingnya mengetahui kelompok masyarakat yang mengalami peningkatan kesejahteraan, besarnya perubahan yang terjadi, serta kemampuan warga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Angka 3,96% tentu terdengar positif, terlebih jika benar merupakan yang terendah dalam sejarah pencatatan Jakarta. Namun, kita juga perlu melihat siapa yang mengalami perbaikan kesejahteraan, seberapa besar perubahannya, dan apakah masyarakat berpenghasilan rendah kini benar-benar lebih mampu memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur Rani.
Angka Kemiskinan Jakarta Turun dari 4,03 Persen
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Ibu Kota untuk pertama kalinya berada di bawah 4 persen. Berdasarkan data per Maret 2026, angka kemiskinan Jakarta tercatat sebesar 3,96 persen.
Pramono menyampaikan capaian tersebut saat memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta triwulan III-2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Angka kemiskinan tersebut turun dari sebelumnya 4,03 persen menjadi 3,96 persen, atau berkurang 0,07 poin persentase.
“Alhamdulillah di bulan Maret kemarin, baru pertama kali Jakarta itu persentase penduduk miskinnya di bawah 4 persen, yaitu 3,96 persen,” kata Pramono.
Meski angka kemiskinan Jakarta telah berada di bawah 4 persen, pandangan Rani menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan kemiskinan tidak cukup diukur melalui penurunan persentase.
Dampak kebijakan terhadap daya beli dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.












