JAKARTA|| Radarpost.id
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak memandang berbagai ujian, musibah, dan tantangan sebagai hambatan pembangunan bangsa.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter, ketahanan mental, dan spiritual masyarakat demi membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan diperhitungkan dunia.
Pesan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat memimpin doa dalam acara Pelantikan Pengurus Teman Pemimpin Sedunia (TPS) di Jakarta, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo, sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga, serta para duta besar negara sahabat.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari proses panjang menghadapi berbagai ujian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat persatuan.
“Kami sungguh sangat yakin bahwa sesungguhnya musibah, cobaan, dan ujian adalah jalan untuk kenaikan kelas. Di mana ada ujian, pasti di situ ada kenaikan kelas. Jadikanlah ujian yang kami hadapi adalah kekuatan untuk naik kelas lebih tinggi lagi menjadi sebuah bangsa yang besar dan diperhitungkan,” ujar Nasaruddin dalam doanya.
Menurutnya, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas karakter, integritas, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap masa depan generasi muda. Nasaruddin berharap generasi penerus Indonesia tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki idealisme, dan mampu menjaga amanah kebangsaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Indonesia Mendapat Apresiasi di Forum Internasional
Selain berbicara mengenai ketahanan bangsa, Nasaruddin turut menyinggung pengalamannya setelah menjadi pembicara utama dalam sebuah konferensi internasional di Vatikan.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah komunitas internasional memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama melalui program makanan gratis, layanan kesehatan, dan pendidikan.
“Di tengah negara-negara besar bingung menyelesaikan persoalannya, ada apresiasi luar biasa terhadap Indonesia. Di saat banyak negara kesusahan, justru ada satu negara yang konsisten memberikan makanan gratis, kesehatan gratis, dan pendidikan gratis, yaitu Indonesia,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari refleksi Nasaruddin mengenai posisi Indonesia di tengah dinamika global. Ia berharap berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan secara lebih luas.
Hasil Pembangunan Diharapkan Dirasakan Generasi Mendatang
Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan sebagai proses jangka panjang. Menurutnya, kebijakan dan program pemerintah yang dijalankan saat ini merupakan investasi bagi masa depan bangsa.
Ia meyakini hasil dari berbagai upaya tersebut tidak selalu dapat dirasakan secara langsung. Namun, manfaatnya diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam 20 tahun mendatang.
“Mungkin tidak semuanya bisa langsung dinikmati hasil perjuangannya hari ini, tapi kami sungguh sangat yakin 20 tahun yang akan datang, pasti masyarakat dan generasi kita akan merasakan apa yang telah ditanam oleh pemerintah pada saat ini,” pungkasnya.
Melalui pesan tersebut, Menag berharap pemerintah dan seluruh elemen bangsa tetap memiliki keteguhan dalam menjalankan amanah pembangunan.
Tantangan yang dihadapi Indonesia, menurutnya, harus menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu membawa bangsa menuju masa depan lebih baik.












