JAKARTA|| Radarpost.id
Penampilan Luna Maya menjadi salah satu sorotan dalam peragaan busana Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Mengenakan gaun merah dengan teknik lipit atau pleats dari Buttonscarves, Luna tampil elegan sekaligus memancarkan karakter fesyen modern berkelas internasional.
Luna Maya melenggang di atas runway dalam peragaan koleksi bertajuk Pleats Me yang digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).
Gaun merah yang dikenakan Luna dipadukan dengan warna hitam serta detail bulu sebagai aksen dekoratif. Perpaduan tersebut menciptakan tampilan dramatis, tetapi tetap mempertahankan kesan elegan dan sophisticated.
Creative Director Buttonscarves, Mifthahul Jannah, mengungkapkan pemilihan warna merah dan hitam pada busana Luna bukan tanpa alasan. Kedua warna tersebut dipilih untuk menghadirkan karakter kuat sekaligus elegan.
” Luna Maya ini, kita sengaja memberikan warna merah dan hitam, karena sangat elegan. Warna merahnya sendiri melambangkan keberanian perempuan,” ujar Miftha saat ditemui di Jakarta Fashion Week 2027.
Menurut Miftha, daya tarik utama busana tersebut sebenarnya terletak pada teknik pleats atau lipatan kain. Sementara itu, detail bulu yang menghiasi gaun hanya berfungsi sebagai pemanis untuk memperkuat tampilan keseluruhan.
“Sebenarnya detail yang kita mau angkat spesifik adalah pleats-nya. Bulu itu hanyalah pemanis dari sebuah dress,” jelasnya.
Koleksi Pleats Me Angkat Inspirasi Fossil Dunes
Tidak hanya menghadirkan penampilan yang elegan, koleksi Pleats Me juga memperlihatkan eksplorasi desain yang terinspirasi dari fenomena alam, yakni fossil dunes.
Inspirasi tersebut diterjemahkan melalui permainan tekstur dan guratan pada permukaan kain yang menyerupai pola lipatan. Buttonscarves kemudian mengembangkan karakter tersebut menjadi rangkaian busana dengan siluet dan ukuran pleats yang bervariasi.
Miftha menjelaskan, koleksi ini menghadirkan teknik lipatan dengan ukuran berbeda untuk menciptakan karakter visual yang lebih dinamis.
Lipatan berukuran kecil memberikan tekstur yang halus dan elegan, sedangkan pleats berukuran lebih lebar menghasilkan volume serta siluet yang lebih ekspresif.
“Kami memilih fossil dunes karena guratan pada permukaannya memiliki karakter yang sangat dekat dengan pleats. Bentuknya memberi keindahan dan kesan tegas yang kemudian menjadi dasar kreatif koleksi ini,” tutur Miftha.
Melalui koleksi Pleats Me, Buttonscarves memperlihatkan bagaimana teknik pengolahan kain dapat menjadi elemen utama dalam membangun karakter sebuah rancangan busana.
Kehadiran Luna Maya di runway turut memperkuat presentasi koleksi tersebut. Penampilannya dalam balutan gaun pleats merah menunjukkan perpaduan antara karakter feminin, keberanian warna, dan eksplorasi desain kontemporer.
Di panggung Jakarta Fashion Week 2027, koleksi ini sekaligus memperlihatkan perkembangan kreativitas desainer Indonesia dalam mengolah detail, tekstur, dan siluet yang memiliki daya tarik di tengah perkembangan tren fesyen global.












