Depok || Radarpost.id
Walikota Depok Dr. H Supian Suri mengungkapkan kekagumannya terhadap perubahan cepat yang ditunjukkan anak-anak peserta pendidikan karakter dan Bela Negara di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong.
Hal itu ia sampaikan seusai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025).
Supian mengaku sempat tidak mengenali mengenali anak-anak peserta pembinaan, karena penampilan mereka sudah tampak begitu menyatu dengan barisan pasukan.
“Tadi juga hadir, anak-anak kita yang kemarin sudah kita lepas untuk ikut kegiatan pembangunan karakter dan Bela Negara. Tadi sudah berseragam, saya sempat keliru, karena style dan gayanya sudah seperti pasukan yang latihan lama,” ujar Supian.
Menurutnya, Generasi muda juga tidak boleh acuh terhadap perkembangan dinamika kepemerintahan yang sedang berjalan dan harus berani mengkritik ketika Pemerintah harus dikritik.
Kaum muda milenial pun harus memiliki prinsip untuk melakukan perubahan yang lebih baik, dari kondisi yang kurang baik ke kondisi yang lebih baik, dan yang sudah baik menjadi lebih baik dengan berprestasi pada berbagai bidang yang dikuasai.
“Itulah penjelasan mengenai mengapa generasi muda harus berperan penting dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Supian Suri.
Ia menilai, transformasi tersebut menunjukkan kuatnya sistem pembinaan di lingkungan militer. Menurutnya, meski baru satu hari mengikuti pelatihan, para peserta sudah menunjukkan kedisiplinan dan semangat kebangsaan yang luar biasa.
“Kita tadi bisa rapi upacara, karena sistemnya memang dibangun di lingkungan yang membangun itu. Saya sangat yakin, sistem itu punya pengaruh besar, bahkan sampai ke hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Program pembinaan karakter dan bela negara ini dijalankan Pemkot Depok bekerja sama dengan Divif 1 Kostrad untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme.
Supian pun optimistis, sepuluh hari pelatihan di barak militer akan memberikan dampak besar bagi anak-anak. “Mereka belajar disiplin, hidup sehat, berolahraga, patuh, hormat. Insya Allah harapan generasi emas 2045 benar-benar bisa kita wujudkan,” tuturnya.
Suasana di Markas Divif 1 Kostrad pagi itu terasa khidmat. Di balik barisan pasukan yang tegap dan rapi, tersembunyi kisah perubahan para peserta muda yang baru saja memulai perjalanan menempa diri sebagai generasi penerus bangsa.(**).













