Sidoarjo || Radarpost.id
Aroma persaingan sehat dan keceriaan anak-anak menyatu di lapangan Desa Suko, Sukodono, Sidoarjo, saat turnamen sepak bola KU-9 “Fun Game Anniversary SSB Satria Muda” digelar, Minggu (3/8/2025). Di antara tim-tim peserta, SSB Gartifa asal Kebraon, Surabaya, mencuri perhatian. Bukan hanya karena kualitas permainan mereka, tapi juga karena sosok pelatihnya—Nugroho Mardiyanto, legenda hidup Persebaya Surabaya.
Gartifa tergabung di grup yang cukup ketat bersama Bromo FC, D’Borta, dan tuan rumah Satria Muda. Pertandingan melawan Satria Muda berlangsung seru dan penuh tensi, berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat langkah Gartifa ke babak selanjutnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, anak-anak asuhan coach Nugroho tetap menebar optimisme tinggi.
“Main bola itu bukan cuma soal menang, tapi juga tentang belajar kerja sama, semangat, dan sportivitas,” ujar Nugroho usai pertandingan. Sosok yang pernah berseragam Persebaya era 90-an itu tampak sabar membimbing para pemain ciliknya, tak henti memberi semangat di pinggir lapangan.
Para pemain Gartifa bermain penuh determinasi. Di tengah teriknya matahari dan tekanan lawan, mereka tetap gigih bertarung. “Kami mau juara, buat Coach dan buat sekolah,” ucap Raffa, salah satu pemain dengan mata berbinar.
Turnamen ini tak sekadar ajang adu teknik, tapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar tentang sportivitas dan kerja keras. Dan bagi Gartifa, semangat Bajol Ijo tampaknya tetap hidup dan mengalir dalam darah generasi penerusnya.
Mereka memang masih bocah, tapi mimpinya sudah besar: menjadi juara, dan suatu hari, mungkin mengenakan jersey hijau legendaris Persebaya.













