Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Mensos : Tak Ada Toleransi Korupsi di Kementerian Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai memberikan pembekalan kepada guru dan kepala Sekolah Rakyat di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang sedikit pun bagi praktik korupsi maupun bentuk penyelewengan lain yang merugikan keuangan negara dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai memberikan pembekalan kepada guru dan kepala Sekolah Rakyat di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

“Saya dengan Pak Wamensos (Agus Jabo Priyono) tidak mentoleransi korupsi. Kalau ada pelanggaran, saya dan Pak Wamensos tidak segan-segan melaporkannya langsung ke penegak hukum,” tegas Gus Ipul.

Ia menekankan bahwa setiap anggaran negara yang diamanahkan untuk menyukseskan program Kemensos harus digunakan secara transparan, kredibel, dan tepat sasaran. Peringatan ini berlaku tidak hanya bagi jajaran internal, tetapi juga pihak ketiga yang terlibat, termasuk pengelola Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

“Sesuai ketentuan yang ada saja. Tidak ada korupsi, tidak ada sogok-menyogok,” ujarnya.

Gus Ipul juga mengajak seluruh pegawai Kemensos belajar dari pengalaman masa lalu agar praktik penyelewengan tidak terulang kembali. Ia menegaskan, dirinya bersama Wakil Menteri Sosial berkomitmen menjaga integritas dan tidak memberi celah bagi praktik penyalahgunaan wewenang.

Pernyataan keras ini muncul menyusul langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja menetapkan lima tersangka terkait dugaan korupsi pengangkutan penyaluran bantuan sosial di Kemensos.

“Pengalaman yang tidak baik jangan sampai terulang lagi di lingkungan Kementerian Sosial. Kami sudah berkomitmen tidak akan mengintervensi, tidak akan mengajak, dan tidak akan memberikan peluang bagi siapa pun untuk melakukan penyelewengan,” tegasnya.