Jakarta || Radarpost.id
Ventriloquist cilik Afsheena Zerina Sofialdin membagikan pengalaman pertamanya bermain dalam film musikal Sahabat Anak. Berusia 12 tahun, Afsheena mengaku mendapat banyak pengalaman baru, mulai dari mengikuti casting, mendalami karakter, menjalani latihan bernyanyi dan menari, hingga membangun persahabatan dengan pemain anak lainnya.
Cerita itu disampaikan Afsheena saat ditemui dalam diskusi film musikal yang digelar di Gedung PFN, Otista, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia berbicara mengenai keterlibatannya sebagai salah satu pemain Sahabat Anak, film produksi Heart Pictures yang disutradarai Irham Arho Bahtiar.
Bagi Afsheena, kesempatan bermain dalam Sahabat Anak tidak sekadar menjadi pengalaman tampil di depan kamera. Film musikal tersebut menjadi ruang baginya untuk belajar memahami karakter, beradaptasi dengan lingkungan baru, mengelola rasa gugup, dan bekerja bersama pemain anak lainnya.

“Pas lihat lewat Facebook, aku memang suka banget sama film musikal, suka menyanyi, dance juga. Yang pastinya ini bukan cuma soal tampil, tapi yang penting pengalamannya kayak gimana,” kata Afsheena saat ditemui di Gedung PFN, Otista, Senin (24/8/2026).
Berawal dari Casting Film Musikal
Ketertarikan Afsheena terhadap Sahabat Anak berawal dari kecintaannya terhadap film musikal. Ia memang sudah memiliki ketertarikan pada dunia hiburan, terutama menyanyi dan menari.
Ketika informasi casting muncul, Afsheena mencoba mengikuti proses tersebut. Namun, ia mengaku sempat merasa gugup karena harus bersaing dengan banyak anak lainnya.
“Awalnya deg-degan karena yang casting banyak banget anak-anaknya. Ceweknya sebenarnya lebih banyak dari cowok,” ujarnya.
Perasaan gugup tersebut berubah kegembiraan menjadi ketika Afsheena mengetahui dirinya lolos casting dan terpilih menjadi salah satu pemain.
“Pastinya senang banget dan excited banget. Apalagi ini kan pastinya ada banyak teman-teman baru, pengalaman baru dan juga ini pastinya harus cari tahu dulu karakternya kayak gimana,” tuturnya.
Pengalaman itu memperlihatkan bahwa proses masuk ke dunia perfilman bagi seorang anak bukan hanya tentang kemampuan akting. Ada proses membangun keberanian, menghadapi ketidakpastian, kemudian belajar beradaptasi ketika akhirnya masuk ke lingkungan baru.
Memerankan Lin yang Pendiam
Dalam Sahabat Anak, Afsheena dipercaya memerankan karakter Lin. Karakter tersebut digambarkan sebagai anak yang cenderung pendiam karena memiliki ibu yang dominan.
Bagi Afsheena, memerankan Lin menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, dalam kesehariannya ia justru terbiasa tampil di depan orang banyak sebagai ventriloquist, penyanyi, pesulap, hingga host acara anak.
“Karakter Lin itu karena ibunya dominan, jadinya anaknya menjadi pendiam. Jadi itu pengalaman baru,” kata Afsheena.
Karakter Lin juga tidak memiliki dialog sebanyak karakter lainnya.
“Kalau dialog sebenarnya tuh malahan itu bukan yang seperti yang saya tadi sebutkan. Lin itu pendiam, jadinya malahan dialognya itu dikit banget. Bisa jadi ada waktu itu cuma dua kali ngomong,” ungkapnya.
Karena minim dialog, Afsheena harus mengandalkan ekspresi, gerakan tubuh, interaksi dengan pemain lain, serta kemampuan menari untuk menyampaikan karakter Lin.
“Yang pastinya bikin kita jadi bagus kan dance-nya,” tambahnya.
Bagi seorang pemain anak, pengalaman tersebut menjadi proses belajar yang menarik. Afsheena harus memahami bahwa karakter tidak selalu dibangun melalui banyak dialog. Gestur, ekspresi, tatapan, dan gerakan juga dapat menjadi bahasa untuk menyampaikan emosi.
Pilih Menikmati Proses Syuting
Meski harus menjalani berbagai latihan, Afsheena tidak ingin menjadikan proses syuting sebagai tekanan.
Ia memilih menikmati proses bersama teman-teman pemain lainnya.
“Syuting itu bukan nge-fokusin kayak, ‘Aduh aku harus bagus nih, efeknya harus bagus’. Yang penting kita enjoy aja. Kalau kita latihan terus, pokoknya kita akan menampilkan yang terbaik,” ujarnya.
Bagi Afsheena, latihan menjadi cara untuk membangun rasa percaya diri. Semakin sering berlatih, semakin siap pula dirinya ketika harus tampil di depan kamera.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman syuting terasa lebih menyenangkan. Apalagi, ia tidak hanya mendapatkan pengalaman berakting, tetapi juga bertemu banyak teman baru.
“Teman-temannya baik semua. Terus ada banyak juga anak-anak, jadi makin senang aja syuting,” katanya.
Sempat Berbeda Pendapat dengan Teman
Berada dalam satu produksi bersama banyak anak tentu tidak selalu berjalan tanpa perbedaan.
Afsheena mengakui sempat terjadi perdebatan kecil dengan beberapa teman baru. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses berinteraksi.
“Kalau ada teman-teman baru ada beberapa kayak mana ya, ada perdebatan atau apa. Tapi yang pastinya kita baikan lagi,” ujarnya.
Pengalaman tersebut justru membuat Afsheena belajar mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan teman. Perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan permusuhan.
Bagi pemain anak, proses produksi film akhirnya tidak hanya menjadi tempat belajar seni peran, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar bekerja sama dan menyelesaikan persoalan bersama.
Ventriloquist Cilik yang Juga Bisa Sulap dan Jadi Host
Di luar dunia film, Afsheena dikenal sebagai ventriloquist cilik. Ia menggunakan boneka sebagai bagian dari pertunjukannya dan membuat karakter boneka tersebut seolah-olah dapat berbicara layaknya manusia.
Boneka yang dibawanya saat ditemui di Gedung PFN bukan bagian dari film Sahabat Anak. Boneka tersebut merupakan bagian dari aktivitas Afsheena sebagai ventriloquist.
“Aku itu seorang ventriloquist. Ventriloquist itu membuat sebuah boneka menjadi seperti manusia biasa, menjadi hidup,” jelasnya.
Afsheena mulai serius menekuni ventriloquism sejak 2022. Setelah mengikuti sejumlah perlombaan, ia kemudian bergabung dengan komunitas ventriloquist.
“Pas 2022 habis ikutan beberapa lomba, baru masuk ke komunitas ventriloquist. Jadi jadinya ada komunitas, fans Indonesia, boneka apa gitu juga. Satu komunitas sama karya anak dan juga sama Kak Seto,” katanya.
Dari komunitas tersebut, Afsheena bertemu dengan anak-anak lain yang memiliki ketertarikan terhadap ventriloquism.
Pengalaman di dunia pertunjukan kemudian membuat kemampuannya berkembang ke berbagai bidang. Selain ventriloquist, ia juga bernyanyi, bersulap, menjadi host acara anak, dan kini mencoba dunia akting melalui film musikal.
Sahabat Anak Angkat Perjuangan Kak Seto
Sahabat Anak merupakan film musikal yang membawa kisah perjuangan Kak Seto Mulyadi, sosok yang selama ini dikenal sebagai pejuang hak anak.
Film produksi Heart Pictures tersebut menghadirkan cerita mengenai dunia anak melalui perpaduan drama, musik, tarian, dan akting. Kehadiran para pemain anak menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan film mengenai hak anak untuk tumbuh, bermain, berekspresi, dan mengembangkan potensi.
Bagi Afsheena, memerankan Lin membuatnya memiliki kesempatan untuk melihat dunia anak dari perspektif berbeda.
Jika kesehariannya di atas panggung menuntut dirinya aktif berbicara dan menghibur penonton, karakter Lin justru mengajarinya bagaimana menyampaikan perasaan melalui diam dan ekspresi.
Pengalaman itu menjadi bagian menarik dari perjalanan Afsheena di dunia hiburan.
Dari seorang ventriloquist cilik, penyanyi, pesulap, dan host acara anak, kini Afsheena mulai memperluas pengalaman ke layar lebar melalui Sahabat Anak.
“Sekarang aku umur 12,” ujarnya.
Di usianya yang masih sangat muda, Afsheena sudah menemukan ruang untuk mengeksplorasi berbagai bakat. Dan lewat Sahabat Anak, ia tidak hanya belajar bagaimana menjadi seorang aktris, tetapi juga belajar memahami karakter, mengelola rasa gugup, bekerja sama, serta menikmati setiap proses yang dijalaninya.












