Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Anak Anak Pramuka Siaga, Diberikan Pengetahuan Penyebab dan Cara Hadapi Kebakaran

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Sebanyak 660 anggota Pramuka dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Golongan Siaga, diajarkan cara mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. Agar pelajar memahami penyebab dan cara hadapi kebakaran.

Kegiatan yang diinisiasi Kwartir Cabang Pramuka Kota Depok dilaksanakan di Lapangan alun alun barat kecamatan Bojongsari dan Sawangan, Minggu (22/06/2025).

Kepala UPT Disdamkar dan Penyelamatan Bojongsari dan Sawangan Munadi, mengatakan penyuluhan dan pelatihan ini dilakukan atas permohonan pihak Kwartir Pramuka Cabang Kota Depok, terkait sosialisasi Pencegahan Kebakaran bagi anak anak pelajar Siaga.

“Tujuannya agar pelajar memahami penyebab kebakaran, serta langkah-langkah apa yang harus ditempuh seandainya berhadapan dengan si jago merah,” kata Munadi, ketika ditemui di kantornya, Selasa (24/06/2025).

Munadi yang hadir sebagai pembawa materi tersebut menjelaskan, dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan delapan personel. Mereka memperkenalkan alat-alat pemadam dan tugas pokok anggota damkar. Mereka juga diajarkan cara pencegahan serta penanganan kebakaran dengan alat tradisional dan alat pemadam ringan (APAR).

“Kami berikan materi dan pelatihan bagaimana cara memadamkan api dengan perlengkapan yang ada di rumah, seperti handuk atau goni basah, cara menggunakan APAR, serta teknik memadamkan api akibat kebocoran selang tabung gas,” ungkapnya.

Menurutnya, jika punya pengetahuan dan keterampilan yang baik, maka para pelajar anggota Pramuka ini bisa mencegah terjadinya kebakaran di mana saja. .
“Mudah-mudahan mereka semua paham, bahkan bisa mengingatkan bapak-ibunya akan bahaya kebakaran,” imbuhnya.

Sementara itu ditempat terpisah Ketua Kwartir Cabang Kota Depok Nina Suzana mengaku, pelatihan ini sangat berguna bagi anggota Pramuka. Sebab, bahaya kebakaran bisa datang kapan saja tanpa adanya peringatan lebih dulu, untuk itu perlu kesigapan dan penanganan yang benar agar api dapat dijinakkan.
“Bekal pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan, diharapkan menjadi modal berharga saat harus menghadapi kebakaran. Tampak anak-anak sangat antusias saat proses simulasi,” tandasnya. (**).