Palembang|| Radarpost.id
Persaingan kompetisi car audio di Indonesia semakin merata. Hal itu terlihat dalam gelaran ASC IASCA Palembang 2026 yang diikuti 47 peserta dari sejumlah daerah, dengan kualitas instalasi dan tuning yang dinilai mampu bersaing ketat dengan peserta dari Jakarta maupun Pulau Jawa.
Dari total peserta, sebanyak 44 mobil turun di kelas Sound Quality (SQ) dan tiga peserta mengikuti kelas Sound Quality Loud (SQL). Sejumlah workshop dari berbagai daerah ikut ambil bagian, antara lain DR Audio, Baronet Evolution, Menara Audio Jambi, Autoplus, Autozone, Puncak Variasi Jambi, hingga Sound X Jakarta.
Salah satu juri, Leonardi Gunawan, menilai perkembangan kualitas peserta di ASC IASCA Palembang 2026 menunjukkan bahwa kemampuan installer dan tuner daerah kini semakin kompetitif.
Ia bahkan menemukan sejumlah mobil dengan performa yang dinilai mampu bersaing dengan peserta dari Jakarta dan Pulau Jawa.
“Menurut saya sangat menarik. Saya menjurikan 20 mobil dengan peserta dari Jakarta, Jambi dan Palembang. Secara keseluruhan kualitas mobil bagus. Saya melihat para peserta serius mempersiapkan mobilnya, baik instalasi maupun tuning,” kata Leonardi.
Menurut Leonardi, persaingan semakin menarik karena perbedaan kualitas antara mobil dari daerah dan kota-kota besar tidak lagi terlalu jauh.

Di kelas Champion of Sound, misalnya, ia menyoroti Hyundai Palisade dari workshop Autozone dan Toyota Zenix dari DR Audio sebagai dua mobil yang tampil menonjol.
“Malah di kelas Champion of Sound ada mobil yang outstanding, Hyundai Palisade dari workshop Autozone dan Zenix dari workshop DR Audio. Kalau dikomparasi dengan mobil Jakarta dan Pulau Jawa, gap-nya juga tipis,” ujarnya.
Tuner Daerah Makin Berkembang
Perkembangan tersebut juga mendapat perhatian dari juri lainnya, Johny dari Mega Audio. Ia menilai kualitas suara mobil yang mengikuti kompetisi sudah cukup baik, sekaligus menunjukkan peningkatan kemampuan tuner di daerah.
“Mobil-mobil yang saya juri punya kualitas suara sudah cukup baik. Tuner-tuner daerah juga sudah berkembang dengan baik sehingga kita bisa mendengarkan hasil suara yang maksimal,” ujar Johny.
Menurutnya, kompetisi yang digelar di berbagai daerah penting untuk menjaga pertumbuhan ekosistem car audio Indonesia. Semakin banyak kompetisi, semakin terbuka pula ruang bagi installer, tuner, workshop, dan penghobi untuk menguji kemampuan mereka.
“Saya berharap ASC IASCA ini mengembangkan kompetisi di daerah juga sehingga dunia car audio kita semakin berkembang dan maju lagi,” katanya.
Bukan Sekadar Perebutan Juara
ASC IASCA Palembang 2026 juga dinilai memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar mencari pemenang. Kompetisi menjadi ruang evaluasi bagi peserta dan pelaku industri untuk mengetahui sejauh mana kualitas sistem audio kendaraan mereka.
“Kompetisi bukan soal siapa menang dan kalah. Justru ini tempat pembelajaran installer dan peserta untuk mengevaluasi sistem mobilnya,” tutur Leonardi.
Ia menilai frekuensi kompetisi yang semakin banyak dapat mendorong peningkatan standar pengerjaan sistem audio kendaraan, mulai dari instalasi hingga proses tuning.
“Yang paling penting menaikkan standar car audio Indonesia, karena audio Indonesia sudah jadi referensi dunia. Jadi kita selalu harus berkembang,” ujarnya.
ASC IASCA Palembang 2026 sendiri menghadirkan tiga juri, yakni Hebron Hartana, Johny dari Mega Audio, dan Leonardi Gunawan. Keterlibatan peserta dan workshop dari sejumlah daerah menjadi gambaran bahwa perkembangan industri dan hobi car audio tidak lagi terpusat di kota-kota besar.
Dengan 47 peserta, kompetisi tersebut sekaligus memperlihatkan semakin ketatnya persaingan car audio Indonesia, terutama pada aspek kualitas instalasi, tuning, dan kemampuan teknis tuner.
ASC IASCA Indonesia berharap kompetisi serupa dapat terus digelar di berbagai daerah. Selain memperluas ekosistem kompetisi, ajang tersebut diharapkan menjadi sarana bagi pelaku car audio untuk meningkatkan standar dan membawa kualitas industri audio kendaraan Indonesia ke level yang semakin tinggi.













