Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita  

Barantin Dorong Akselerasi Go Ekspor, Perkuat Hilirisasi Produk Olahan SBW

Barantin Dorong Akselerasi Go Ekspor, Perkuat Hilirisasi Produk Olahan SBW
Barantin Dorong Akselerasi Go Ekspor, Perkuat Hilirisasi Produk Olahan SBW
banner 120x600

Jakarta || Radarpost.id

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta (Karantina Jakarta) secara resmi melepas ekspor 25.000 botol produk olahan sarang burung walet (SBW) ke Vietnam senilai Rp1 miliar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Akselerasi Go Ekspor dengan tema “Perkuat Hilirisasi Produk Olahan Sarang Burung Walet dalam Pemenuhan Persyaratan Negara Tujuan”.

Hal ini juga menjadi bentuk dukungan Barantin untuk mendorong hilirisasi produk SBW, guna meningkatkan daya saing dan pendapatan negara.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran Barantin dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk menambah nilai produk domestik, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. “Badan Karantina Indonesia memastikan produk ekspor Indonesia memenuhi standar dan protokol negara tujuan. Kami terus memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar proses ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujar Sahat saat acara di Terminal Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (14/10).

Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menambahkan bahwa dukungan konkret Barantin meliputi penerapan digitalisasi layanan perkarantinaan melalui sistem BEST TRUST. Sistem ini mempermudah pelaku usaha memperoleh sertifikasi ekspor secara efektif dan efisien, termasuk dengan kemudahan pengajuan di daerah asal untuk mengurangi waktu dan biaya logistik. “Karantina tidak hanya menjaga keamanan hayati dari ancaman HPHK, HPIK, dan OPTK, tetapi juga memastikan produk ekspor memiliki nilai tambah tinggi dan memenuhi persyaratan negara tujuan. Ini sejalan dengan semangat Karantina Kuat, Indonesia Maju,” tegas Amir.

SBW merupakan komoditas unggulan Indonesia di pasar global, dengan ekspor yang telah mencapai negara-negara seperti Tiongkok, Hong Kong, Vietnam, Macao, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Berdasarkan data BEST TRUST, total volume ekspor SBW periode Januari–September 2025 mencapai 894,86 ton. Saat ini, terdapat 3.800 rumah walet yang terdaftar resmi, menjamin kualitas produk dari hulu hingga hilir. Industri pengolahan SBW, yang banyak berpusat di Pulau Jawa, memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Amir berharap, acara pelepasan ekspor ini yang dihadiri sekitar 50 peserta dari pemerintah, pelaku usaha, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina wilayah Jawa, dapat memperkuat sinergi antarinstansi di Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempercepat ekspor komoditas unggulan, terutama produk bernilai tinggi seperti olahan SBW.