Jakarta || Radarpost.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan sebesar Rp233,1 juta dari PT AEON Indonesia untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Gedung BAZNAS, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dana akan digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih dan pembangunan perumahan sementara (huntara) bagi warga yang terdampak bencana.
Gempa berkekuatan Mw 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA. Bencana tersebut berdampak pada organisasi warga, infrastruktur publik, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Kondisi pascabencana membuat kebutuhan dasar seperti tempat tinggal dan akses air bersih menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga.
Presiden Direktur PT AEON Indonesia Masato Miyata mengatakan bantuan tersebut dihimpun dari pelanggan dan karyawan perusahaan.
“Kami memaknai bantuan ini bukan sekedar donasi uang, melainkan bentuk doa dan dukungan dari seluruh pelanggan serta karyawan AEON Indonesia untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di daerah bencana,” kata Masato.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak gempa.
“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama ini. Kami juga akan sampaikan amanat dan salamnya kepada semua rakyat yang mendapatkan dukungan dari AEON,” ujar Sodik.
BAZNAS Salurkan Bantuan
BAZNAS akan menyalurkan dana tersebut untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, khususnya terkait akses air bersih dan perumahan sementara.
Pembangunan hunter menjadi salah satu kebutuhan dalam masa transisi setelah warga kehilangan atau tidak dapat menempati tempat tinggal akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Begitu pula dengan akses air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Kerja sama penyaluran bantuan antara AEON Indonesia dan BAZNAS sebelumnya juga dilakukan dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan. Di antaranya penanganan dampak gempa Palu-Donggala pada tahun 2019, gempa Cianjur pada tahun 2022, serta banjir bandang di Aceh dan Sumatera pada tahun 2025.
Penyaluran melalui BAZNAS menjadi bagian dari mekanisme distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sodik berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga NTT yang masih menghadapi dampak gempa dan membantu proses pemulihan berjalan secara bertahap.
Dengan demikian, bantuan sebesar Rp233,1 juta tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan darurat, tetapi juga menyediakan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.












