Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Buka Peluang Usaha: LPEKIN BKPRMI Depok Beri Pelatihan Barista dan Cara Mengolah Kopi

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Indonesia (LPEKIN) BKPRMI Kota Depok menggelar pelatihan barista dan penyajian kopi bagi anak muda Depok, mendorong agar peluang kerja dan usaha bagi para pemuda terbuka seluas-luasnya. Sehingga pelatihan menjadi bekal praktek dan keilmuan bagi mereka.

Penyelenggaraan pelatihan dilaksanakan di Aula kantor Kelurahan Depok Jaya, jalan Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran mas, Kota Depok pada Jumat (9/8/2026).

Direktur Lembaga LHI DPD BKPRMI Kota Depok Victor Malbanat usai membuka acara menyampaikan, bahwa pelatihan barista itu sangat berguna untuk generasi milenial, khususnya pemuda Kota Depok.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan Barista, bagi generaai muda. Mereka sangat antusias, apalagi saat dijelaskan soal praktek pembuatan kopi. Mereka juga ada harapan, ke depan mau membuka coffee shop,” kata Victor, Jumat (9/8/2026).

Direktur Lembaga LHI DPD BKPRMI Kota Depok Victor Malbanat, saat membuka pelatihan barista. (foto.adm).
Menurut Victor, belakangan barista menjadi salah satu profesi yang banyak digandrungi anak muda. Terlebih sekarang coffee shop bertebaran di mana-mana dan peminat kopi cukup banyak dari berbagai kalangan.

“Dengan diberikan bekal kepada mereka, bisa mempunyai soft skill dalam mengolah kopi. Sehingga ke depannya pemuda-pemuda ini akan mendapatkan ruang berwirausaha. Minimal mereka mempunyai bekal,” ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, para pemuda diajarkan teori seputar kopi dan penyajiannya oleh praktisi profesional. Mereka juga berkesempatan memproduksi minuman kopi secara langsung dengan menggunakan mesin sederhana.

“Kami menganggap bahwa pelatihan barista itu sangat berguna untuk generasi milenial, khususnya pemuda,” katanya.

Dirda LPEKIN BKPRMI Kartika sari S.Pd.I menuturkan, pelatihan barista diikuti oleh 50 peserta.

“Awalnya target peserta 50, Alhamdulillah target melebihi jadi 59 peserta. Saat ini bisnis kopi menjamur di Kota Depok, sehingga kami melihat peluang tersebut dapat dijadikan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja,” ujar Kartika.

Pelatihan barista bekerja sama dengan Baznas, antusiasme para peserta pelatihan barista. Apalagi ada sesi praktek dan teori diwarnai dengan diskusi dan tanya-jawab.

Kartika menjelaskan, pihaknya menggandeng komunitas Ngopi, sebagai instruktur bang Agus dalam pelatihan tersebut.

Kartika, yang saat itu didampingi Ketua Panitia Rika Siptriani, mengatakan pelatihan menghadirkan materi yang diberikan cukup lengkap dari sejarah dan jenis kopi, tugas dan fungsi barista hingga praktik membuat dan menyajikan kopi.

Selain itu, juga memberikan pelatihan membuka usaha, digital marketing dan gambaran bisnis dalam dunia kopi secara lengkap.

Kartika mengatakan, pihaknya berkomitmen menggelar kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi para pemuda di berbagai daerah.

Dirinya pun berharap pemuda Kota Depok semakin terampil dengan bakat-bakat dan skill yang dimiliki.

“Semoga ke depan semakin konsisten mengembangkan ilmu yang telah diberikan. Semoga ke depan mereka juga bersama-sama menebarkan manfaat kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Ketua III DPD BKPRMI Kota Depok Sumiati, S.Pd menyebut ada banyak ilmu yang didapat oleh peserta untuk lebih mengenal produksi minuman kopi.

“Kalau menurut saya peserta lebih mengenal cita rasa kopi itu sendiri, pengolahan kopi yang benar untuk mengembangkan bakat wira usaha di bidang kopi,” ungkap Sumiati.

Menurutnya, belakangan barista menjadi salah satu profesi yang banyak digandrungi anak muda. Terlebih sekarang coffee shop bertebaran di mana-mana dan peminat kopi cukup banyak dari berbagai kalangan.

“Terbukti usaha di bidang kopi yang saat ini jadi gaya hidup anak muda tersebut diikuti antusias,” ucap Sumiati.

“Kalau dahulu, penikmat kopi adalah para orang tua, kalau sekarang kan enggak. Jadi pelatihan ini sangat baik untuk mengubah pola pikir siswa atau masyarakat agar dapat ciptakan atau membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya. (**).