Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Camat Panmas Mustakim: Inginkan Warganya Budayakan Kebersihan Bersama

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Suasana pagi di Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) kini semakin ramai setiap Jumat. Peningkatan kualitas lingkungan yang bersih dan indah harus dimulai dari pengelolaan sampah secara serius, mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat luas.

Camat Pancoran mas, Mustakim, kembali menggerakkan Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) dengan melibatkan lurah, pegawai, serta warga dari enam kelurahan di wilayahnya.

Camat mengajak seluruh pihak terlibat aktif menjaga kebersihan. “Kami sedang giat melakukan aksi pembersihan, khususnya di tiap RT, RW dan Kelurahan,” ujar pria yang akrab disapa Mustakim itu, Kamis (09/10/2025), saat mengelilingi kantornya.

Menurut Mustakim, Jumsih bukan sekadar kegiatan bersih-bersih rutin, melainkan cara untuk menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan kerja tetap sehat dan nyaman. “Kami ingin para pegawai bisa menjadi teladan. Kalau aparatur terbiasa menjaga kebersihan, masyarakat tentu akan ikut termotivasi,” ujarnya.

Program ini bukan cuma soal bersih-bersih kantor, tapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk hidup sehat dan nyaman, baik untuk aparatur pemerintahan maupun warga sekitar.

“Dengan pengelolaan yang maksimal, penumpukan sampah di wilayah ini dapat diminimalisir,” ujarnya.

Mustakim menjelaskan bahwa Jumsih melibatkan semua elemen di enam kelurahan di Panmas. Tujuannya sederhana tapi penting: menjadikan lingkungan kerja sebagai tempat yang bersih, rapi, dan mendukung produktivitas.

“Kebersihan itu bukan cuma tanggung jawab petugas kebersihan, tapi juga kita semua. Kalau lingkungan kerja bersih, kerja jadi lebih nyaman, pikiran juga lebih jernih,” ujarnya.

Kolaborasi dengan DLHK untuk Kebersihan Maksimal.
Untuk memastikan program ini berjalan lancar, Kecamatan Panmas bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. DLHK berperan dalam mengangkut sampah yang terkumpul selama kegiatan Jumsih.

Kerja sama ini memudahkan proses pengelolaan sampah, sehingga tidak ada alasan untuk membiarkan sampah menumpuk di lingkungan kerja.

“DLHK sangat mendukung. Mereka bantu angkut sampah yang kami kumpulkan, jadi kami bisa fokus pada aksi bersih-bersihnya,” tambah Mustakim.

Kolaborasi ini juga jadi contoh bahwa kebersihan lingkungan bukan cuma tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bareng yang melibatkan berbagai elemen.

Jumsih Bukan Sekadar Seremoni
Berbeda dari kegiatan seremonial yang cuma ramai di awal, Mustakim menegaskan bahwa Jumsih dirancang untuk jadi kebiasaan rutin. “Kami ingin ini jadi budaya. Bukan cuma bersih-bersih sekali, lalu selesai. Harus konsisten,” tegasnya. Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih dan sehat bukan cuma soal estetika, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental pegawai.

Bayangkan saja, kantor yang bebas dari sampah, meja yang rapi, dan udara yang segar, siapa yang nggak betah kerja di tempat seperti itu?

Mustakim juga berharap, aksi ini bisa menginspirasi warga di sekitar kantor kecamatan dan kelurahan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan mereka sendiri.

Mengapa Kebersihan Lingkungan Kerja Penting?
Kebersihan lingkungan kerja bukan cuma soal penampilan, tapi juga kesehatan. Menurut Mustakim, lingkungan yang kotor bisa jadi sarang penyakit, apalagi di tengah cuaca yang sering berubah seperti sekarang.
“Kalau lingkungan kerja bersih, pegawai jadi lebih sehat, jarang sakit, dan tentu saja kerjaan jadi lebih produktif,” jelasnya.

Selain itu, Jumsih juga jadi cara untuk mempererat kerja sama antar pegawai. Saat membersihkan kantor bersama, ada rasa kebersamaan yang terbangun. “Ini juga soal team building. Kami ingin semua pegawai, dari lurah sampai staf, merasa punya tanggung jawab yang sama,” ungkap Mustakim.

Inspirasi untuk Warga Panmas
Lebih dari sekadar membersihkan kantor, Jumsih punya misi yang lebih besar: menginspirasi warga. Mustakim ingin aparatur kecamatan jadi contoh bagi masyarakat. “Kalau kami di kantor aja nggak bersih, gimana bisa ngajak warga untuk peduli lingkungan?” katanya dengan nada santai tapi penuh makna.

Enam kelurahan di Panmas, mulai dari Pancoran Mas hingga Rangkapan Jaya, diajak untuk ikut serta dalam gerakan kebersihan ini.

Mustakim berharap, warga bisa melihat bahwa menjaga kebersihan itu nggak ribet, tapi punya dampak besar. “Mulai dari hal kecil, seperti buang sampah pada tempatnya atau rutin bersih-bersih lingkungan rumah, itu sudah besar dampaknya,” tambahnya.

Langkah Menuju Budaya Kebersihan
Agar Jumsih benar-benar jadi budaya, Mustakim punya rencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin setiap Jumat.

Selain itu, pihak kecamatan juga akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan program ini berjalan efektif. “Kami akan pantau, apa yang perlu diperbaiki, apa yang sudah baik. Intinya, kami serius soal kebersihan ini,” ujarnya.

Bagi Mustakim, keberhasilan Jumsih nggak cuma diukur dari tumpukan sampah yang berhasil diangkut, tapi juga dari perubahan pola pikir. “Kalau semua orang mulai sadar pentingnya lingkungan bersih, itu sudah kemenangan besar buat kami,” tutupnya dengan senyum.

Camat mengapresiasi peran Forkopimcam yang terus memotivasi Kelurahan dan warga dalam menjaga kebersihan. “Kami akan menggerakkan masyarakat melalui gotong royong, memaksimalkan penanganan sampah dan kebersihan lingkungan,” katanya.

Gerakan Jumat Bersih ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya bisa sangat besar. Dengan lingkungan kerja yang bersih dan sehat, produktivitas meningkat, kesehatan terjaga, dan hubungan antar pegawai serta warga makin erat. Semoga Jumsih di Panmas ini bisa jadi inspirasi untuk daerah lain.

Senada, disampaikan Lurah Mampang Darmawansyah, bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. “Jika RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan bersatu dalam menjaga kebersihan, wilayah kita akan selalu asri,” ungkapnya.

Dirinya tidak ingin Jumsih berhenti sebatas seremoni. Bahkan Ia berharap kegiatan ini dapat tumbuh menjadi budaya bersama. “Kami pastikan gerakan ini akan rutin berjalan, agar tercipta lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, khususnya di Kecamatan Panmas,” tandasnya.

Camat juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air. “Hal itu untuk mencegah genangan di depan rumah maupun di jalan. Dengan kebersamaan, lingkungan bersih dan asri akan terwujud,” pungkasnya. (**).