Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Dari Balik Layar ke Panggung Utama: Perjalanan Oleg Sanchabakhtiar dan Denyut Musik di Indonesian Music Video Awards 2026

Oleg Sanchabakhtiar melihat sesuatu yang selama ini terlewat: banyak tangan yang bekerja untuk musik, namun jarang disebut namanya.(Rr)
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Musik tak pernah berdiri sendiri. Ia lahir dari rasa, tumbuh dalam kolaborasi, dan hidup melalui visual yang menghidupkan cerita. Di titik itulah, Oleg Sanchabakhtiar melihat sesuatu yang selama ini terlewat: banyak tangan yang bekerja untuk musik, namun jarang disebut namanya.

Lewat Indonesian Music Video Awards 2026, Oleg tidak sekadar membuat ajang penghargaan. Ia sedang merawat sebuah ruang—tempat musik dan manusia di baliknya saling dipertemukan, dipahami, dan dihargai.

Musik, Rasa, dan Cerita yang Diterjemahkan

Bagi Oleg, video musik bukan hanya pelengkap lagu. Ia adalah cara lain untuk “mendengar” musik—melalui mata.

“Musik itu sensitifnya di telinga. Tapi supaya orang tidak salah menangkap, dibutuhkan visual. Sekarang sudah jadi satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menekankan, kekuatan video musik justru terletak pada bagaimana tim kreatif mampu menerjemahkan pesan dari lirik, komposer, hingga arah pasar yang diinginkan label atau musisi independen.

“Orang-orang di belakang ini yang menerjemahkan titipan dari penulis lagu, dari musiknya, sampai ke market. Itu yang kita hargai,” kata Oleg.

Dari Ide Sederhana, Lahir Karya Berbeda

Oleg percaya, ide besar tidak selalu datang dari hal rumit. Justru sering lahir dari keseharian.

Ia mengenang salah satu konsep video yang dibuat di lokasi tak biasa—sebuah pom bensin—hanya karena membaca judul lagu dan menangkap maknanya secara spontan.

“Sesederhana lihat judul lagu, kita bayangkan. Dekat pom bensin, ya sudah kita bikin di situ. Dari kehidupan sehari-hari saja,” tuturnya.

Di era 90-an, keterbatasan justru melahirkan orisinalitas. Tanpa referensi digital, para kreator dipaksa menggali ide dari imajinasi sendiri.

“Dulu kita nggak punya referensi. Mau nonton aja susah. Jadi idenya benar-benar fresh. Sekarang malah kebanyakan referensi, akhirnya mirip-mirip,” ujarnya.

Menghidupkan Kembali Rasa Kolektif Bermusik

Ada kerinduan yang diam-diam disimpan Oleg—tentang masa ketika para kreator berkumpul, berdiskusi, bahkan berdebat soal karya.

“Tiap malam minggu kita nongkrong bareng, nonton bareng, tukar ide. Itu yang bikin kita berkembang,” kenangnya.

Semangat kolektif itu yang ingin ia hidupkan kembali lewat Indonesian Music Video Awards. Bukan sekadar ajang menang-kalah, tapi ruang pertemuan gagasan.

Lebih dari Penyanyi: Mengangkat Seluruh Ekosistem

Dalam ajang ini, fokus tidak lagi hanya pada penyanyi. Oleg ingin menggeser perhatian ke seluruh elemen yang membangun sebuah video musik.

Kategori yang dihadirkan pun luas: dari sutradara, produser, editor, art director, hingga DOP. Bahkan ada kategori pendukung seperti kameramen, lighting, model, stylist, makeup, wardrobe, hingga efek visual—baik saat produksi maupun pascaproduksi.

“Ada lebih dari 15 kategori pendukung. Karena video klip itu bukan satu orang, tapi kerja tim,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan kategori seperti Fresh Idea—ruang bagi konsep-konsep unik yang belum pernah ada sebelumnya.

“Kadang bukan soal mahal atau tidak, tapi idenya. Yang beda itu yang diingat,” katanya.

Dukungan Pemerintah dan Harapan yang Lebih Luas

Langkah Oleg tidak berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah, termasuk Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi video musik sebagai karya budaya.

Dukungan ini membuka peluang lebih besar—bahwa profesi di balik layar kini mulai dilihat sebagai pilihan karier yang layak.

“Orang tua sekarang bisa lihat, ini profesi. Tidak harus jadi penyanyi, tapi bisa jadi bagian dari industri ini,” ujar Oleg.

Dari Masyarakat, untuk Masyarakat

Yang paling menarik, Oleg tidak membatasi inspirasi hanya dari kalangan profesional. Ia justru belajar dari kehidupan sehari-hari—dari orang-orang biasa.

“Saya tanya tukang parkir, tukang ketoprak, damkar. Saya ingin tahu mereka lihat musik itu seperti apa,” katanya.

Bagi Oleg, musik adalah milik semua orang. Dan video musik adalah cermin dari kehidupan itu sendiri.

Sebuah Warisan, Bukan Sekadar Ajang

Di balik semua ini, ada satu hal yang terus ia jaga: keberlanjutan.

“Ini home kita. Kita fokus di sini, walaupun ada yang lain,” ujarnya.

Kategori mungkin akan berkembang, mengikuti zaman. Teknologi akan berubah. Tapi satu hal yang ingin ia pertahankan adalah esensi: menghargai manusia di balik musik.

Indonesian Music Video Awards 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang. Tapi tentang bagaimana setiap nada, setiap visual, dan setiap orang di baliknya—mendapat tempat yang layak untuk dikenang.