Jakarta Selatan|| Radarpost.id
Dee Lestari kembali mempertegas eksistensinya di industri musik lewat single terbaru berjudul “Kabarku”, sebuah karya yang merangkum dinamika cinta—dari hangatnya perasaan hingga sunyinya patah hati.
Lagu ini menjadi rilisan ketiga Dee dalam fase comeback-nya sebagai solois, setelah “(Jangan) Jatuh Cinta” (Desember 2025) dan “Perahu Kertas” (Februari 2026). Namun dibanding dua rilisan sebelumnya, “Kabarku” terasa lebih personal, lebih dalam, dan secara emosional lebih “nempel”.
Narasi Cinta yang Tak Selesai, Tapi Jujur
“Cabang” emosi dalam “Kabarku” bukan sekadar soal kehilangan, tapi juga tentang memendam rasa yang tak sempat terucap. Dee mengemasnya lewat lirik puitis khasnya—lugasyet menyayat.
Alih-alih dramatis berlebihan, lagu ini justru bermain di ruang sunyi: perasaan yang tidak meledak, tapi perlahan menghantui.
Di sinilah kekuatan Dee terasa—ia tidak hanya menulis lagu, tapi merangkai pengalaman emosional yang terasa sangat dekat dengan pendengar.
Kolaborasi Segar Bareng Produser Muda
Dalam proyek ini, Dee menggandeng kolektif produser muda Fellow Amateurs yang terdiri dari Mikha Angelo, Josua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra.
Aransemen yang dihasilkan terasa soulful, modern, dan clean, tanpa menghilangkan karakter storytelling Dee yang kuat. Sentuhan minimalis pada instrumen justru memberi ruang bagi vokal dan lirik untuk “bernapas”.
Kolaborasi Dee dengan Mikha sendiri bukan hal baru. Keduanya pernah bertemu dalam proyek “Before You”, serta dalam lagu “Satu Langkah” yang dipopulerkan Maudy Ayunda.
Visual yang Mendukung Emosi Lagu
Pengalaman mendengar “Kabarku” makin lengkap lewat video lirik yang digarap oleh Anthono Congor dan Arie Dagienkz.
Visualnya sederhana tapi penuh simbol—menguatkan kesan intim sekaligus melankolis yang jadi ruh utama lagu ini. Tidak berisik, tidak ramai, tapi justru terasa lebih “kena”.
Menuju Album Solo 2026
“Kabarku” bukan sekadar single lepas. Lagu ini dipastikan akan menjadi bagian dari album solo terbaru Dee Lestari yang dijadwalkan rilis pertengahan 2026.
Langkah ini sekaligus menandai konsistensi Dee dalam menjaga kualitas karya, sekaligus membuktikan bahwa ia masih relevan di tengah arus musik pop yang terus berubah.
Kenapa “Kabarku” Layak Masuk Playlist?
Lirik relatable tentang cinta yang tak selesai Aransemen modern tapi tetap hangat, Vokal matang dengan emosi yang terjaga, Cocok untuk momen reflektif (atau galau elegan)
“‘Kabarku’ bukan lagu patah hati yang cengeng—ini lagu tentang menerima, diam-diam, dan berdamai.”













