Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Dewan Guru Besar FKUI Gelar Forum Akademik, Soroti Ancaman Krisis Multidimensi di Indonesia

Forum ini dihadiri sekitar seratus ilmuwan kampus dan intelektual publik untuk membahas berbagai tantangan krisis yang berpotensi dihadapi Indonesia ke depan.(Ist)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama Forum Ilmuwan Antardisiplin menggelar forum akademik bertajuk “Intelektual Antardisiplin Berbicara Tentang Indonesia Hari Ini” pada Senin (13/4/2026). Forum ini dihadiri sekitar seratus ilmuwan kampus dan intelektual publik untuk membahas berbagai tantangan krisis yang berpotensi dihadapi Indonesia ke depan.

Dalam pernyataan resminya, Dewan Guru Besar FKUI menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari politik praktis, melainkan bentuk gerakan moral insan akademik. Hal ini merujuk pada prinsip Magna Charta Universitatum yang menempatkan universitas sebagai lembaga otonom di tengah masyarakat.

“Ketika para ilmuwan berkumpul, kami tidak sedang melakukan politik praktis, melainkan menjalankan mandat moral universitas sebagai penjaga nilai dan pengetahuan,” demikian pernyataan dalam forum tersebut.

Peran Universitas dan Ilmuwan Dipertanyakan

Forum ini juga menyoroti posisi ilmuwan dan institusi akademik dalam proses pengambilan kebijakan publik. Para peserta mempertanyakan sejauh mana riset ilmiah dan rekomendasi akademik digunakan oleh pemegang kekuasaan.

Dalam banyak negara, kebijakan publik umumnya berbasis riset dan bukti ilmiah. Namun, para ilmuwan menilai kondisi di Indonesia masih menghadapi tantangan, di mana data dan rekomendasi akademik kerap diabaikan.

Situasi tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya berbagai persoalan, mulai dari krisis ekonomi, sosial, hingga kerusakan lingkungan. Bahkan, disebutkan adanya kecenderungan kebijakan populis yang tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan.

Bahas 7 Potensi Krisis

Melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD), para ilmuwan membahas tujuh potensi krisis yang dinilai akan dihadapi masyarakat, yaitu:

Krisis ekonomi

Krisis pangan

Krisis kesehatan

Krisis energi dan sumber daya alam

Krisis hukum

Krisis sosial dan budaya

Tantangan dalam pendidikan tinggi

Forum ini bertujuan menghasilkan gagasan dan bahan pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, terutama kelompok miskin, rentan, dan perempuan.

Dorong Kolaborasi dan Kearifan Lokal

Selain itu, forum juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya dalam skema penta helix. Bahkan, konsep ini dapat berkembang menjadi N-helix yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

Para peserta juga mendorong masyarakat untuk menggali kembali pengetahuan lokal dalam menghadapi krisis, seperti pemanfaatan sumber pangan dan energi berbasis kearifan lokal.

“Sejarah Nusantara menunjukkan bahwa berbagai kelompok etnik memiliki sistem pengetahuan dan cara bertahan hidup yang kuat sesuai dengan kondisi geografisnya,” tulis pernyataan tersebut.

Sains dan Teknologi Jadi Kunci

Forum ini menegaskan bahwa integrasi antara sains modern dan pengetahuan lokal menjadi kunci dalam menghadapi krisis multidimensi. Kolaborasi lintas disiplin dinilai penting untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.

Hasil dari forum akademik ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi berbagai pihak, baik pemerintah maupun komunitas, dalam merumuskan kebijakan dan langkah konkret untuk menghadapi tantangan di masa depan.