- Jakarta ||RadarPost Id || 21,Februari, 2025 – Dunia kecantikan kembali diramaikan oleh berbagai perdebatan seputar produk skincare, mulai dari persaingan bisnis hingga kasus hukum yang menjerat beberapa pelaku industri. Dokter kecantikan bersama figur publik Mpok Ely pun ikut memberikan pandangan mereka terkait fenomena ini.
Menurut dokter kecantikan yang hadir dalam diskusi tersebut, perbedaan pendapat dalam industri skincare sebenarnya wajar, tetapi seharusnya diselesaikan dengan cara yang baik dan profesional.
“Kalau memang produk sesuai dengan komposisinya dan mengikuti aturan, seharusnya tidak ada masalah. Yang penting, cara promosi dan penyampaiannya tidak berlebihan hingga menyesatkan konsumen,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan krim dengan “etiket biru” hanya boleh dilakukan dengan resep dokter dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.
“Setiap dokter punya seni dalam meracik krim untuk pasiennya, tapi tetap harus berdasarkan ilmu dan konsultasi medis. Sayangnya, banyak pihak yang menjualnya secara bebas tanpa mempertimbangkan efek samping bagi pengguna,” tambahnya.
Persaingan Bisnis dan Tren Flexing di Dunia Skincare
Mpok Ely, yang dikenal sebagai figur publik dengan pengalaman di dunia kecantikan, turut menyoroti tren “flexing” di media sosial yang membuat banyak orang tergiur untuk berbisnis skincare tanpa pemahaman yang cukup.
“Sekarang banyak yang berpikir jualan skincare itu gampang dan cepat kaya. Orang awam melihatnya jadi ‘wah gampang banget ya jadi sukses dari skincare.’ Padahal, meracik produk kecantikan itu nggak bisa asal-asalan,” kata Mpok Ely.
Ia juga menyoroti banyaknya pihak yang ikut-ikutan menjual skincare tanpa memiliki latar belakang medis yang memadai.
“Yang jual skincare itu bukan cuma dokter, tapi juga ada yang nggak punya latar belakang kedokteran. Nah, ini yang bahaya karena setiap kulit itu beda-beda, nggak bisa disamaratakan,” tambahnya.
Harapan Menjelang Ramadan: Saling Mendukung dan Menjaga Etika
Menjelang bulan Ramadan, baik dokter kecantikan maupun Mpok Ely berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang lebih baik.
“Jangan saling menjatuhkan atau menghujat. Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik. Jangan sampai ada yang dipenjara atau dirugikan hanya karena persaingan bisnis,” kata Mpok Ely.
Dokter kecantikan juga menegaskan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh produk yang viral tanpa memastikan keamanannya.
“Jangan asal beli skincare hanya karena tren di media sosial. Cek dulu izin BPOM dan pastikan sesuai dengan kebutuhan kulit,” pesannya.
Semoga dengan kesadaran dan edukasi yang lebih baik, industri kecantikan bisa berkembang secara sehat dan profesional tanpa menimbulkan perselisihan yang merugikan banyak pihak.













