Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

F4dli, Sisca Saras, dan NecoMe Satukan Indonesia–Jepang Lewat “Swipe Kanan Kiri”

Kolaborasi antara F4dli, Sisca Saras, dan NecoMe (Ayaka Yasumoto) melalui single berjudul “Swipe Kanan Kiri”. ( Dok pribadi)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Genre hipdut kian menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kolaborasi antara F4dli, Sisca Saras, dan NecoMe (Ayaka Yasumoto) melalui single berjudul “Swipe Kanan Kiri” menjadi langkah nyata memperkenalkan musik Indonesia ke pasar global, khususnya Jepang.

Proyek ini merupakan kerja sama antara Sony Music Indonesia dan Sony Music Japan yang mempertemukan dua artis lintas negara dalam satu karya musik yang memadukan budaya dan bahasa.

F4dli, produser di balik lagu viral “Aku Dah Lupa”, dipercaya menggarap single ini. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari ketertarikan tim Sony Music terhadap karakter sound yang ia miliki.

“Perpaduan musik Indonesia dan Jepang itu jarang. Jadi aku memakai dasar koplo atau dangdut, lalu diberi sentuhan melodi dan sound khas Jepang supaya terasa segar dan berbeda,” ujar F4dli.

Proses Kilat, Produksi Rampung dalam Lima Hari

Proses rekaman “Swipe Kanan Kiri” berlangsung pada Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan kunjungan tim Sony Music Japan. Dalam waktu hanya lima hari, tim berhasil menyelesaikan dua lagu, satu video musik, dan tujuh konten pendukung.

Single ini resmi dirilis pada 10 April 2026, menyesuaikan dengan agenda promosi NecoMe di Jepang.

Sisca Saras: Tantangan Kolaborasi Dua Bahasa

Bagi Sisca Saras, proyek ini menjadi pengalaman pertamanya bekerja sama dengan musisi internasional. Ia mengaku antusias sekaligus tertantang, terutama dalam menyatukan dua bahasa dalam satu lagu.

“Workshop harus dilakukan dengan penerjemah supaya lagu tetap terasa menyatu meskipun memakai dua bahasa berbeda,” kata Sisca.

Ia juga mengaku tidak kesulitan membawakan genre hipdut karena memang menyukai musik upbeat yang enerjik.

Hipdut Jadi Jembatan Musik Lokal ke Dunia

Pemilihan genre hipdut dalam lagu ini bukan tanpa alasan. Perpaduan hip hop modern dengan dangdut yang kental nuansa lokal dinilai memiliki potensi besar untuk diterima pasar global.

Sony Music Indonesia menyebut proyek bertajuk “Hipdut Goes Through Japan” ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan musik Indonesia.

(dok pribadi)

Kolaborasi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Sisca Saras untuk menembus pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi NecoMe sebagai artis Jepang yang merambah pasar global.

Profil Singkat Para Musisi

Sisca Saras

Mantan member JKT48 ini kini berkarier solo di bawah label WeCord Evermore Indonesia. Sejumlah singlenya seperti “Terbawa Suasana” dan “Cinta Setara” meraih ratusan ribu hingga jutaan stream di platform digital.

NecoMe (Ayaka Yasumoto)

Idol asal Jepang kelahiran 1998 ini merupakan anggota Shiritsu Ebisu Chugaku. Ia juga dikenal sebagai pengisi suara dan aktris panggung dalam Love Live! School Idol Musical.

F4dli

Produser asal Singkawang, Kalimantan Barat, ini dikenal lewat karya hipdut viral seperti “Aku Dah Lupa” dan “Aku Bilang Jangan”. Ia kini menjadi salah satu motor penting dalam pengembangan genre hipdut.

Ekspansi Kolaborasi Berlanjut

Tak berhenti di proyek ini, tim Sony Music Indonesia dan Jepang dikabarkan akan melanjutkan kolaborasi serupa dengan komposisi artis berbeda sebagai bagian dari pengembangan musik lintas negara.

Single “Swipe Kanan Kiri” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.