Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Forum Renja Diskarpus Depok, Percepat Kualitas SDM yang Mampu Bersaing di Era Transformasi Digital

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, pada Jumat (7/3/2025) menggelar Forum Rencana Kerja (Renja) tahun 2025 untuk rencana program 2026. Berlangsung di aula kantor Diskarpus lantai 1, Kota Depok.

Mengusung tema Bersama Depok Maju melalui penguatan Literasi masyarakat dan Transformasi Digital Kearsipan. Dibuka langsung oleh Walikota Depok bidang SDM dan Kemasyarakatan Diah Sadiah.

Forum Renja PD dihadiri oleh nara sumber Kepala Bappeda Dadang wihana, Kepala Diskarpus Utang Wardaya, nara sumber Wakil Dekan UI Taufik dan Kepala kantor Kearsipan UI Wahid serta para undangan.

Staf Ahli Wali Kota Depok Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kemasyarakatan
Diah Sadiah, menyampaikan bahwa literasi bukan hanya membaca dan menulis.
“Bagaimana kita melakukan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat Kota Depok ini bagian dari pada tugas kita, yang harus mempertajam minat literasi dari seluruh masyarakat Kota Depok,” ucap Diah Sadiah dalam sambutannya.

“Mudah-mudahkan dengan adanya Forum Renja ini literasi benar-benar bisa dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Depok,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok Utang Wardaya mengatakan, forum merupakan diskusi sinkronisasi program dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder yang dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung untuk program 2026 terutama terkait budaya literasi dan tertib arsip.

“Topik utamanya adalah meningkatkan budaya literasi di Kota Depok dan budaya tertib arsip yang ada, ini penting bagi Pemkot Depok, dan masyarakat,” kata Utang usai Forum Renja.

Dalam rangka membangun kinerja dan akuntabilitas, mantan Camat Pancoran Mas (Panmas) itu menegaskan salah satu aspeknya adalah arsip.
“Arsipnya ada, otentik dan dapat dipertanggungjawabkan. Arsip adalah salah satu alat pertanggungjawaban setiap kegiatan,” jelas Utang.

Lebih dari itu Utang menjelaskan, Diskarpus Kota Depok saat ini memiliki 778 Perpustakaan dengan koleksi sebanyak 35.163 judul atau 83.824 eksemplar buku. “Buku yang paling diminati oleh pengunjung terutama anak anak dan remaja antara lain novel, pengembangan diri/motivasi, komik, dan filsafat,” ungkap Utang.

Dalam lima tahun terakhir, perpustakaan telah dikunjungi oleh 253.976 orang, dan pada tahun 2024 saja tercatat sebanyak 82.917 pengunjung.

Selain layanan perpustakaan di gedung, Diskarpus Kota Depok juga memiliki layanan perpustakaan keliling yang menjangkau 653 lokasi di 11 kecamatan se-Kota Depok.

Untuk tahun 2026, Diskarpus Kota Depok merencanakan 5 program utama, 13 kegiatan, dan 33 sub-kegiatan.

Program-program tersebut meliputi pembinaan perpustakaan, penunjang urusan pemerintahan Daerah, pengelolaan arsip, perlindungan dan penyelamatan arsip, serta pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno.
“Tentunya kami berharap, hasil dari forum ini dapat menjadi landasan kuat bagi Diskarpus Kota Depok dalam meningkatkan kualitas layanan dan kontribusinya terhadap Pembangunan Kota Depok,” tutur Utang.

Kepala Bappeda Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, Diskarpus Depok terkait SDM harus mampu bersaing dari kemampuan dan kecerdasan Intelektualnya.
“SDM bersaing dari kemampuan dan kecerdasan edukatif intelektualnya lalu virtualnya dan emosional, hal ini harus dimulai dari membaca,” kata Dadang.

Dadang berharap,bersama visi dan misi menuju Depok maju pada harapannya bagaimana mewujudkan SDM yang berdasarkan dimana Perpustakaan dapat menjadi lebih dinamis.

“Dalam survei yang sudah dilakukan oleh Pemerintah oleh Perpusnas, literasi Kota Depok posisi keenam kemudian di tingkat Jawa Barat, di posisi ketiga dimana sebenarnya kegemaran membaca cukup tinggi,” paparnya. (**).