Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Idgitaf Rilis “Mungkin di Depan Buram”, Single Emosional Jelang Album Kedua

Penyanyi dan penulis lagu Idgitaf resmi merilis single terbaru bertajuk “Mungkin di Depan Buram” pada 15 April 2026.(Dok pribadi)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Penyanyi dan penulis lagu Idgitaf resmi merilis single terbaru bertajuk “Mungkin di Depan Buram” pada 15 April 2026, sebagai langkah menuju peluncuran album penuh keduanya yang dijadwalkan rilis satu bulan mendatang.

Lagu ini menjadi single ketiga yang diperkenalkan Idgitaf dalam rangkaian album terbarunya, setelah “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang dirilis pada Oktober 2025 dan “Rutinitas” pada Januari 2026. Kehadiran lagu tersebut sekaligus memperkuat eksistensi Idgitaf di industri musik Tanah Air, dengan capaian 15,2 juta pendengar bulanan di platform Spotify per 13 April 2026.

Dalam keterangan resminya, Idgitaf—yang memiliki nama lengkap Brigita Meliala—menjelaskan bahwa lagu ini merepresentasikan perasaan kompleks antara kesedihan, harapan, dan perjuangan dalam menjalani hubungan.

“Lagu ini lengkap menggambarkan tentang merasa sedih tapi juga upaya berusaha dan berjuang. Ini pertama kali aku merasakan cinta yang basisnya adalah ingin melihat kebaikan masing-masing,” ujar Idgitaf.

Secara musikal, “Mungkin di Depan Buram” menghadirkan eksplorasi baru melalui perpaduan unsur country dan pop yang menjadi ciri khas Idgitaf. Aransemen gitar yang lembut berpadu dengan harmonika menciptakan nuansa hangat sekaligus reflektif, sementara liriknya menggambarkan perjalanan cinta yang penuh ketidakpastian namun tetap menyimpan harapan.

Potongan lirik seperti “Mungkin di depan buram, mungkin di depan seram, tapi tak bisa kubaca mana arahku” menjadi penegasan tema besar lagu ini, yakni keberanian melangkah dalam ketidakpastian bersama seseorang yang memiliki frekuensi emosional serupa.

Menurut Idgitaf, lagu ini juga terinspirasi dari realitas bahwa dua individu dapat dipertemukan dalam kondisi yang sama-sama tidak ideal, namun tetap memilih untuk bertahan dan saling menguatkan.

“Terkadang kita dipertemukan saat sama-sama tidak baik-baik saja. Tapi kalau energinya sama dan saling membutuhkan, kita jadi tidak terlalu takut dengan masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Idgitaf mengungkapkan bahwa album keduanya nanti akan lebih banyak mengangkat tema cinta dan refleksi diri, berbeda dengan album debutnya yang berjudul Mengudara (2023). Ia juga berharap eksplorasi genre baru ini dapat diterima oleh pendengar musik Indonesia.

Dikenal lewat lagu-lagu seperti “Takut”, “Semoga Sembuh”, dan “Satu-Satu”, Idgitaf telah membangun identitas musikal yang kuat melalui lirik sederhana namun emosional. Pada 2025, ia juga meraih nominasi dalam Festival Film Indonesia 2025 untuk kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik lewat lagu “Berakhir di Aku” yang menjadi soundtrack film Home Sweet Loan.

Menjelang perilisan album, Idgitaf turut menggelar rangkaian acara intim bersama penggemar sepanjang Maret hingga April 2026, seperti “Berbuka di Bawah Hujan” dan “Bermain di Bawah Hujan”. Dalam acara tersebut, sejumlah lagu baru, termasuk “Mungkin di Depan Buram”, telah diperkenalkan lebih awal dan mendapat respons positif dari penggemar.

Single “Mungkin di Depan Buram” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital di bawah naungan label independen Idgitaf Musik yang bekerja sama dengan KithLabo.

Dengan pendekatan musikal yang semakin matang dan eksploratif, rilisan terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa Idgitaf tengah memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.