Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Jakarta Fusion Jazz Festival 2026 Digelar di Deheng House, Dwiki Dharmawan: Fusion Jazz Indonesia Harus Terus Hidup

Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Event ini akan menghadirkan deretan musisi legendaris lintas generasi sekaligus menjadi momentum kebangkitan musik fusion jazz Indonesia.(Rr)
banner 120x600

JAKARTA|| Radarpost.id

Festival musik jazz fusion bertajuk Jakarta Fusion Jazz Festival (JFJF) Volume 1 siap digelar pada 19-20 Juni 2026 di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Event ini akan menghadirkan deretan musisi legendaris lintas generasi sekaligus menjadi momentum kebangkitan musik fusion jazz Indonesia.

Digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-499 Jakarta dan World Music Day 2026, Jakarta Fusion Jazz Festival menjadi bagian dari rangkaian JAKFUSE – Jakarta Annual Fusion Festival menuju perayaan 500 tahun Jakarta.

Festival yang diproduksi Dehills Production bersama DSS dan PAPPRI Live tersebut akan menghadirkan penampilan spesial dari Emerald-BEX, Krakatau, Karimata, hingga sederet musisi jazz fusion senior Tanah Air.

Musisi senior sekaligus personel Krakatau, Dwiki Dharmawan menyebut festival ini menjadi ruang penting untuk menjaga eksistensi musik fusion jazz di Indonesia.

“Fusion jazz itu bagian penting dari sejarah perkembangan musik modern Indonesia. Festival seperti Jakarta Fusion Jazz Festival menjadi momentum agar genre ini terus hidup dan dikenal generasi muda,” kata Dwiki Dharmawan dalam keterangan pers, Kamis (4/6/2026).

Menurut Dwiki, kekuatan utama fusion jazz terletak pada keberanian para musisi mengeksplorasi berbagai unsur musik menjadi sebuah karya yang kaya warna dan musikalitas.

“Fusion jazz memberi kebebasan eksplorasi. Ada unsur jazz, rock, funk, etnik, bahkan progresif yang menyatu. Itu yang membuat genre ini punya karakter kuat dan tidak lekang waktu,” ujarnya.

Krakatau hingga Karimata Siap Tampil di Jakarta Fusion Jazz Festival 2026

Pada hari pertama, Jumat 19 Juni 2026, grup Emerald-BEX akan membuka festival dengan membawakan nuansa fusion jazz klasik era 1980-an.

Selain itu, program “Tribute to Indonesian Fusion Bands” akan menghadirkan Audiensi Band yang membawakan karya-karya grup legendaris seperti Bhaskara, Spirit Band, dan Funk Section.

Sejumlah nama besar turut tampil dalam tribute tersebut, di antaranya Vonny Sumlang, AS Mates, Eramono, Ilyas Muhadji, Kemala Ayu, Mus Mujiono, Yance Manusama, dan Eka Bhakti.

Puncak malam pertama akan ditutup oleh penampilan Krakatau yang diperkuat Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Trie Utami, Barry Likumahuwa, dan Andre Dinuth.

Sementara itu, hari kedua pada Sabtu 20 Juni 2026 akan menghadirkan tribute musik Casiopea dan Level 42 melalui penampilan Audiensi serta grup T-42.

Festival kemudian ditutup oleh aksi panggung Karimata yang diperkuat Candra Darusman, Aminoto Kosin, Budhy Haryono, Donny Koes, Indro Hardjodikoro, dan Kharis.

Jadi Momentum Kebangkitan Fusion Jazz Indonesia

Selain konser utama di DeConcert Room, penyelenggara juga menghadirkan talkshow musik, jam session, hingga penampilan musisi muda di area KoFi&Ti Deheng House mulai sore hingga malam hari.

Pihak penyelenggara menargetkan 1.000 penonton hadir selama dua hari penyelenggaraan festival.

Dwiki Dharmawan berharap Jakarta Fusion Jazz Festival tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga melahirkan regenerasi musisi fusion jazz baru di Indonesia.

“Yang paling penting bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi bagaimana festival ini bisa memunculkan musisi-musisi baru dengan semangat eksplorasi dan kreativitas yang sama,” tutupnya.