Pati || Radarpost.id
Deru mesin molen dan suara cangkul yang selama beberapa pekan mewarnai aktivitas di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kini mulai mereda. Program betonisasi jalan penghubung dan jalan pertanian dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati resmi rampung 100 persen pada Senin (18/05/2026).
Jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 16 sentimeter tersebut kini membentang kokoh membelah area persawahan desa. Jalur yang sebelumnya becek dan sulit dilalui saat musim hujan, kini berubah menjadi akses yang rapi, kuat, dan nyaman digunakan masyarakat.
Bagi warga Desa Godo, rampungnya pembangunan jalan beton itu bukan sekadar pembangunan fisik biasa. Jalan tersebut menjadi simbol harapan baru, khususnya bagi para petani yang selama ini harus berjibaku dengan medan berlumpur saat membawa hasil panen.
Sejak pagi, suasana di lokasi tampak berbeda. Sejumlah warga terlihat berdiri di tepi jalan beton yang baru selesai dikerjakan, memperhatikan hasil gotong royong bersama anggota Satgas TMMD. Anak-anak mulai leluasa melintas, sementara para petani mengaku akses menuju lahan pertanian kini jauh lebih mudah.
Semangat kebersamaan menjadi warna utama selama proses pengerjaan berlangsung. Anggota Satgas TMMD bersama warga bahu membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Di tengah terik matahari maupun cuaca mendung, gotong royong tetap terjaga demi mewujudkan akses jalan yang layak bagi masyarakat desa.
Dansatgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, mengatakan selesainya betonisasi jalan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat.
“Pembangunan jalan ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Desa Godo, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian dan memperlancar akses penghubung desa. Keberhasilan ini tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat yang luar biasa,” ujarnya.
Kini warga tidak lagi khawatir saat musim penghujan tiba. Jalan yang sebelumnya licin dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen telah berubah menjadi akses yang mempermudah mobilitas masyarakat.
Bagi para petani, keberadaan jalan beton ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh serta memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pasar maupun tempat penjualan lainnya. Secara perlahan, pembangunan tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan perekonomian warga desa.
Program TMMD Reguler ke-128 di Desa Godo pun meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan warga dalam membangun desa demi masa depan yang lebih baik.













